Demiz Ogah jadi Kader Gerindra?

195
Deddy Mizwar

Margonda | jurnaldepok.id
Salah satu faktor yang melatarbelakangi dicabutnya dukungan pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu (Demiz-Syaikhu) oleh DPD Partai Gerindra Jawa Barat yakni adanya dugaan bahwa Demiz enggan untuk menjadi kader Partai Gerindra.

“Setahu saya beliau (Demiz,red) belum follow up saja, sementara DPD perlu kepastian. Banyak pertanyaan kader dan pengurus DPD untuk segera koordinasi, tapi tidak ada progress,” ujar Mulyadi, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat kepada Jurnal Depok, Kamis (14/9).

Ketika ditanya apakah hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan dicabutnya dukungan Demiz-Syaikhu, Mulyadi tidak mengelak.

“Salah satunya itu. Parameter Gerindra untuk pilgub, salah satunya harus kader,” paparnya.

Sebelumnya, kata dia, Sekjen DPP Partai Gerindra menyampaikan bahwa Dedi Mizwar bersedia menjadi kader Partai Gerindra dengan penempatan tugas sebagai Penasehat DPD Gerindra Jabar, dan meminta DPD Jabar untuk segera berkoordinasi dengan DPW PKS Jabar, untuk memformulasikan teknis kerjasama dalam mempersiapkan Pilgub 2018.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir turut menanggapi polemik yang tengah terjadi. Ia mengatakan tetap sami’na wa ato’na atas apa yang sudah disampaikan baik oleh Presiden PKS, M Sohibul Iman maupun Ketum DPW PKS, Ahmad Syaikhu.

“Kalau ada berita yang bertolak belakang, coba ditabayun kembali,” tanggapnya.

Dijelaskannya, bahwa kebijakan koalisi semua parpol akan sama yaitu ditentukan oleh pimpinan tertinggi di pusat.

“Jadi, kami di Depok tetap pada keputusan yang sudah direalease oleh Presiden PKS,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here