Jalan Pinang Rawan Pelecehan Seksual

617
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Karyawati berinisial D, 23, melaporkan kejadian pelecehan seksual yang menimpa dirinya pada Senin (11/9) ke Polresta Depok. Dari keterangan korban, diketahui jika lokasi pelecahan seksual di Jalan Pinang, Pondok Cina, Depok tersebut merupakan daerah rawan kriminal.

D bukan kali ini menjadi korban pelecehan seksual di lokasi tersebut. Menurut dia, kejadian pelecehan seksual di lokasi tersebut pernah dia alami juga pada Juni lalu. Namun kejadian awal belum sempat dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Kalau kejadian yang kemarin ada pengendara motor yang tiba-tiba datang menghampiri saya saat saya pulang ke tempat kos. Dia langsung pegang dada dan kabur,” jelas korban.

Korban mengaku sempat berteriak. Namun keadaan di sekitar saat itu tengah sepi. Membuat pelaku dengan mudahnya kabur.

“Saya sempat menghafal plat nomor kendaraan serta jenis kendaraan yang dipakai pelaku. Motornya Honda Beat warna hitam dengan nomor B 3720 EAA,” ungkapnya.

Korban menjelaskan, antara kejadian yang pertama dan yang ke dua pola yang dilakukan pelaku hampir sama. Pelaku memakai helm dan melancarkan aksinya jelang malam hari.

“Polanya mirip ya. Tapi saya nggak tahu pelakunya sama atau tidak,” ucap dia.

Menurut dia, bukan hanya dirinya yang pernah menejadi korban. Teman satu tempat kosnya pun juga mengalami peristuwa serupa. “Makanya saya lapor. Karena ini sudah meresahkan,” ungkap dia.

Sementara itu Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Sutrisno mengatakan, jika kasus ini tengah diusut reskrim Polresta Depok. Dirinya meminta kepada lingkungan untuk aktif melaporkan orang-orang yang dicurigai berseliweran di lokasi tersebut.

“Paling penting masyarakat tidak boleh takut untuk menegur seseorang yang dianggap mencurigakan,” pungkasnya.

Salah satu warga Nadia mengaku merasa was-was jika melintas di jalan tersebut. Karyawati swasta di Jakarta itu mengatakan setiap malam dirinya pulang dan lewat jalan tersebut.

“Saya denger cerita dari teman-teman lain kalau disitu sering ada orang iseng. Bukan sembarang iseng tapi ini sudah meresahkan kaum wanita ya,” ucapnya.

Dia menambahkan hingga saat ini tidak pernah mengalami hal demikian namun ia berharap anggota kepolisian sering melakukan patroli ke wilayah tersebut.

“Polisi harus sering patroli. Warga juga lakukan Ronda malam. Karena ini sudah mengkhawatirkan, nggak boleh dianggap sepele,” tandasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here