Gerindra Depok Rapatkan Barisan

994
Mulyadi (kedua dari kanan) kompak bersalaman dengan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, Anggota DPR RI Nuroji dan Anggota DPRD Depok, Edy Masturo

Margonda | jurnaldepok.id
Setelah DPD Partai Gerindra Jawa Barat menyatakan mencabut dukungan terhadap pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu (Demiz-Syaikhu) yang tadinya diusung oleh Partai Gerindra dan PKS, DPC Partai Gerindra Kota Depok langsung tancap gas.

“Kami segera duduk bareng dan melakukan konsolidasi internal bersama unsur pengurus di tingkat kota, tentunya juga bersama Fraksi Partai Gerindra,” ujar Pradi Supriatna, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Rabu (13/9).

Hal tersebut tak lain dilakukan Pradi untuk menyikapi konstelasi politik yang berkembang terkait pilgub Jawa Barat. Pradi mengatakan, bahwa dirinya belum menerima kepastian yang menyatakan DPD Partai Gerindra Jawa Barat mencabut dukungan terhadap Demiz-Syaikhu.

“Kepastian yang dilempar ke kami sih belum. Bicara siapa yang diusung nanti, kami tetap mengharapkan dari internal, dan jika bicara koalisi itu kami serahkan ke pusat,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi Arafiq mengungkapkan bahwa hingga saat ini partainya masih menunggu rekomendasi dari DPP Partai Golkar terkait siapa yang nantinya bakal diusung di Pilgub Jabar.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, H Mulyadi kepada Jurnal Depok mengatakan, bahwa partainya akan mengkaji ulang terkait kolaisi di pilgub Jawa Barat dengan Partai PKS yang sebelumnya telah sepakat mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu (Demiz-Syaikhu).

“Terkait Pilgub Jabar, sampai hari ini belum ada progress yang menggembirakan, baik terkait kandidat maupun terkait kerjasama dengan PKS sebagai partai yang berencana untuk koalisi dengan Gerindra di Pilgub 2018,” ujar Mulyadi kepada Jurnal Depok, Selasa (12/9).

Sementara, kata dia, Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto selalu meminta laporan atas perkembangan di Jabar, dan beliau selalu mendengarkan apapun masukkan dan informasi dari dirinya selaku ketua DPD.

“Buat DPD Gerindra Jabar, pasangan yang diberitakan 17 Agustus lalu untuk mengusung pasangan Demiz-Saikhu, sejauh ini menjadi sulit untuk direalisasikan, karena pertimbangan atas kesiapan kandidat dan PKS. Belum lagi statement Pak Saikhu kemarin di acara konsolidasi PKS Kabupaten Bandung, beliau mengatakan kalau boleh memilih, beliau lebih suka tetap di Kota Bekasi dan merasa namanya belum dikenal di Jabar,” paparnya.

“Maka hari ini kami harus tegaskan kembali bahwa apa yang disampaikan pada tanggal 17 Agustus lalu terkait pasangan Demiz-Saikhu menjadi pasangan yang akan diusung Gerindra- PKS, kami selaku Ketua Gerindra Jabar menyatakan pasangan tersebut belum final, artinya kembali cair,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here