Biadab, Ibu Buang Bayinya

317

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Diduga dibuang orang tuanya, bayi laki-laki ditemukan warga di depan pintu Gereja Katolik Santo Markus, di jalan Kerinci, Sukmajaya pada Selasa (12/9). Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Sumber Bahagia, Sukmajaya bayi telah dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

Penemuan bayi tersebut pertama kali diungkapkan Agus Surachman (42) yang merupakan petugas keamanan gereja. Agus melihat bungkusan jaket training abu-abu tua di depan ruang P3K Gereja. Ternyata, di dalam bungkusan tersebut berisi seorang bayi.

“Saksi memberitahukan kepada jemaat yang pada saat itu akan melaksanakan kebaktian ,” ujar Kapolsek Sukmajaya Kompol Bronet.

Petugas keamanan tersebut, selanjutnya menyerahkan bayi yang diperkirakan berumur 4 hari itu kepada salah satu jemaat yang merupakan seorang dokter.

“Setelah dirawat bayi selanjutnya dijemput anggota PPA Polres Depok,” katanya.

Kuat dugaan kata Bronet, bayi sengaja dibuang orang tuanya. Tetapi untuk memastikan siapa orang tua bayi dan kenapa dibuang, pihaknya harus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk kondisi bayi saat ini sehat,” ungkapnya.

Untuk kasus semacam ini, lanjutnya, orang tua bayi biasanya malu karena melakukan hubungan gelap atau tidak memiliki biaya. Meski begitu, pihaknya harus memastikan lewat proses penyelidikan.

“Kasus bayi yang dibuang biasanya karena hubungan gelap. Para orangtua malu mempunyai anak dari hubungan di luar nikah. Mereka dengan nekat dan berpikiran sempit langsung buang anak yang tanpa memikirkan dampaknya nanti,” pungkasnya.

Salah satu warga yang sempat melihat bayi yang dibuang, Dina mengatakan jika kondisi kesehatan bayi baik. Ia mengaku heran ada orangtua yang membuang anak kandungnya sendiri.

“Saya nggak habis pikir, kenapa ada orangtua yang tega buang anaknya. Anaknya lucu loh. Orangtua yang berbuat dosa anak yang jadi korban,” tandasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here