Penggunaan DAK Disoal

415

Limo | jurnaldepok.id
Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan dan Pendidikan Indonesia (LPPPI) Kota Depok, Imam Kurtubi mengkritisi penggunaan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehab dua ruang kelas SDN Krukut 02 sebesar Rp 120 juta. Pasalnya, kata dia, selain tidak tepat sasaran, penggunaan anggaran dari pemerintah pusat itu rentan di mark up.

“Saya melihat RAB proyek rehab sekolah itu tidak sesuai kebutuhan dimana bagian atap dan rangka penyangga genting sudah lapuk, namun tidak direhab. Pihak sekolah hanya memperbaiki plafon dan mengecat dinding sekolah saja, ” ujar Imam kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia berpendapat penggunaan DAK pemerintah pusat itu harusnya dioptimalkan terlebih dahulu untuk memperbaiki dua ruang kelas sesuai peruntukannya, jika ada lebihnya baru dioptimalkan untuk perbaikan atau pengadaan sarana lainnya.

“Kan sudah jelas peruntukan dana itu untuk merehab dua ruang kelas, itu artinya semua bagian bangunan yang rusak di dua ruang kelas itu harus diperbaiki, jika masih ada kelebihan dana maka baru boleh dialihkan untuk yang lain. Faktanya bagian atas bangunan belum diperbaiki malah pihak sekolah berencana untuk membangun sarana lain dan hanya melakukan pengecatan dinding sekolah, ini jelas sudah tidak sesuai dengan peruntukannya, ” tandasnya.

Menanggapi hal ini Kepala SDN Krukut 02, Neneng Supriati mengakui bahwa pihaknya akan mengoptimalkan dana bantuan pemerintah pusat itu untuk membangun ruang guru dan sejumlah sarana lainnya. Namun, lanjut dia, sebelumnya dirinya sudah memberitahukan dan meminta persetujuan dari bagian sarpras Disdik dan konsultan pelaksana.

“Sebelumnya saya sudah berkoordinasi dengan bagian sarpras dan katanya boleh saja dana itu dioptimalkan untuk membiayai perbaikan dan pengadaan sarana lainnya, lagi pula sejauh ini kami baru membelanjakan 30 persen dari total dana yang akan digulirkan. Kalau memang aturannya harus memperbaiki rangka atap dan mengganti genting, tidak ada masalah nanti kami akan laksanakan perbaikan itu, ” kilahnya.

Neneng mengatakan akan melakukan koordinasi ulang terkait penggunaan anggaran termin kedua dan ketiga agar tidak menimbulkan dugaan negatif dari pihak lain. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here