Korban SSA Ngadu ke DPRD

256
Aksi demonstrasi yang dilakukan berbagai elemen masyarakat dan pelaku usaha di depan kantor Walikota Depok, Kamis (7-9), mereka menuntut agar walikota mencabut program uji coba SSA

Margonda | jurnaldepok.id
Elemen masyarakat dan para pelaku usaha direncanakan akan mendatangi Gedung DPRD Kota Depok hari ini, Senin (11/9). Kedatangan mereka tak lain untuk mengadukan keluh kesah terkait program uji coba sistem satu arah (SSA) yang dinilai merugikan mereka.

“Senin (hari ini,red) Fraksi PDI Perjuangan akan menerima mereka, informasinya seluruh warga dan pelaku usaha yang menjadi korban SSA,” ujar Hendrik Tangke Allo, Ketua DPRD Depok kepada Jurnal Depok, Minggu (10/9).

Terkait hal tersebut, Hendrik juga meminta kepada Walikota Depok, Mohammad Idris jangan terburu-buru memutuskan kebijakan terkait SSA.

Dikatakannya, walikota harus mempertimbangkan masukan-masukan warga sekitar lokasi yang terkena imbas secara ekonomi dan mengalami kerugian.

“Apakah memang betul dengan SSA masalah kemacetan sudah teratasi dengan baik?,” katanya.

Hendrik juga menyoal terkait rencana akan dikeluarkannya peraturan walikota (Perwal) yang informasinya kini tinggal menunggu tandatangan walikota.

“Kok soal gitu (SSA,red) harus diperwalkan?. Besok-besok kalau ada perubahan lagi jadi harus ubah perwal. Jadi enggak perlu yang namanya perwal,” ungkapnya.

Sebelumnya hasil kajian Dinas Perhubungan Kota Depok menjelaskan bahwa uji coba SSA di Jalan Dewi Sartika, Nusantara dan Arif Rahman Hakim dinilai berhasil mengurai kemacetan yang sering terjadi di jalur tersebut.

“Kami merasa ini sudah lebih baik tentunya akan dilanjutkan, masih uji coba. Masa uji coba ini terus kami lakukan sembil melakukan perbaikan-perbaikan apa yang memang dirasa belum sempurna dari SSA,” ujar Gandara Budiana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok.

Ia menambahkan, bahwa dari hasil evaluasi uji coba SSA mengalami kemajuan. Pihaknya melihat itu dari tiga parameter seperti tingkat kecepatan, waktu tempuh dan panjang antrean kendaraan.

Selama dilakukan uji coba SSA, sambungnya, dari ketiga hal tersebut semakin baik dan meningkat dari sisi kinerja jaringan jalan. Sehingga, kata dia, dengan semakin meningkatnya hal itu maka uji coba terus dilakukan.

“Contoh, dari total waktu tempuh rata-rata saat ini hanya berkisar 55 sampai 60 menit secara keseluruhan jaringan jalan, sebelumnya mencapai 80-85 menit. Selain itu, kecepatan rata-rata saat ini telah mencapai sekitar 16-17 KM/jam dari sebelumnya 12-14 KM/jam dari semua jaringan jalan termasuk jalan pendukung seperti Raya Sawangan, Tole Iskandar maupun Margonda,” paparnya.

Selanjutnya, dari panjang antrean juga mulai menurun. Saat ini panjang antrean rata-rata mencapi 500 meter dari sebelumnya lebih dari 1.000 meter.

Dijelaskannya, beberapa aspirasi dan masukan dari masyarakat sesungguhnya dapat ditindaklanjuti seperti penambahan rambu-rambu yang mampu memperbaiki kinerja jaringan jalan secara keseluruhan. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here