Tak Lupa Keluarga

396

Laporan: Rahmat Tarmuji
Ribuan nitizen baru-baru ini dihebohkan dengan aksi polisi wanita berhijab yang mahir dalam mengendarai Brigade Motor (BM) dalam HUT Polwan ke 69 di halaman Mapolda Metro Jaya.

Tak banyak yang mengira, bahwa wanita tersebut merupakan istri pejabat daerah yakni istri dari Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. Meski disibukkan dengan berbagai tugasnya, namun wanita dengan nama dan pangkat lengkap Iptu Martha Catur Wurihandini, tak melupakan kodratnya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya.

“Tidak ada yang berubah sejak sebelum saya menjadi Wakil Walikota maupun belum, Istri saya (Bunda Martha,red) tetap seperti itu dan tidak ada yang berubah. Doakan kami agar selalu diberikan kesehatan dan lindungan dari Allah SWT dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepada istrinya,” ujar Pradi, kemarin.

Pradi mengatakan, tidak menyangka jika sebagian besar masyarakat sangat atusias dan memperhatikan kegiatan sang istri yang sempat melakukan atraksi dengan motor besar dan diliput media massa.

“Engak menyangka sama sekali itu kan biasa karena memang istri juga kerja dan bertugas di Polda Metro Jaya. Tentunya saya dan anak-anak bangga ia mampu melaksanakan tugas dan bekerja dengan maksimal,” paparnya.

Keseharian ibu dari empat orang anak yaitu Elsa Cipta Pradinda, Devicha Pradinda, Devitha Pradinda dan Nayla Bunga Pradinda tentunya tidak pernah lepas dari selaku ibu rumah tangga yang memperhatikan anak-anak baik sekolah, bermain maupun lainnya termasuk mengurus suami.

Kepadatan dan kesibukan sebagai Polwan di Polda Metro Jaya tentunya sangat menyita waktu tapi tetap berkomitmen bahwa rumah tangga merupakan yang utama sebelum melaksankan tugas.

Dikatakannya, kontrol dan perhatian sangat penting dan perlu di lingkungan rumah terlebih dahulu baru yang lainnya.

Kalau dahulu belum ada handphone atau telepon gengam, sambungnya, jadi bermainnya seadanya seperti sepak bola, galasin, tak kumpet atau lainnya sekarang di rumah mulai ruang tamu, kamar belajar, kamar tidur dan diteras hanya duduk pegang handphone sudah dapat bermain game hingga kebanyakan tidak kenal waktu untuk belajar.

“Ini yang harus dipahami dan diwaspadai masyarakat sekarang dengan semakin majunya teknologi. Penangganan anak memang perlu perhatian lebih, secape atau selelah apapun tugas sehari-hari minimal satu atau dua jam harus dapat memperhatikan maupun mendampingi anak untuk berbagai kegiatan baik masalah sekolah, kumpul bersama serta bersantai,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, tidak ada masalah atau pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dengan baik jika memang memiliki niat untuk membina keluarga yang harmonis dan sejahtera. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here