Walikota Pertimbangkan Batas Usia Sekda

493
Mohammad Idris

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan masih ada waktu sekitar dua bulan dalam melaksanakan lelang jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Dirinya juga tengah mempertimbangkan batasan usia sekda.

“Kalau SK Gubernur sebagai Penjabat Sekda sudah ada, waktunya tiga bulan maksimal. Kalau sudah dalam proses pelelangan atau pengumuman beraarti paling lama Desember sudah ada sekda definitif, kecuali atas pertimbangan tertentu kami akan konsultasi ke gubernur dan Kemendagri, bisa tidak diperpanjang?,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Senin (4/9).

Ia menambahkan, bahwa saat ini tahapan lelang jabatan sekda sudah dimulai termasuk tim panitia seleksi yang melibatkan berbagai unsur professional, akademisi, lembaga kepegawaian dan mantan eksekutif.

“Yang kami pertanyakan adalah aturan batas usia 56 tahun, 56 tahun ini sebenarnya untuk admistrator yang pindah maupun promosi dari eselon IIIa untuk ikut dalam eselon IIb. Sebab atauran yang sekarang jabatan eselon IIb bertambah menjadi 60 tahun,” paparnya.

Jika usianya 58 tahun, kata dia, sangat wajar. Dengan begitu, calon sekda usianya 56 tahun sehingga masa kerjanya dua tahun bisa dievaluasi atau diganti secara langsung.

“Hal itu kami tengah konsultasikan ke Komisi ASN, apakah sayarat itu berlaku juga untuk para calon dari eselon IIb, karena rata-rata yang mendaftar sepertinya dari eselon IIb, karena ada arahan dari KASN kalau bisa ditambah syaratnya yang bersangkutan telah menduduki dua jabatan eselon IIb di dua bidang yang berbeda,” terangnya.

Dengan begitu, sambungnya, peserta lelang jabatan sekda harus berasal dari IIb.

“Jika IIb umur pensiun mereka sudah 60 tahun, seharusnya masih bisa 57 tahun,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan ada beberapa keriteria yang harus dimiliki sekda ke depan.

“Yang pasti harus bisa ke atas dan ke bawah, ke pimpinan maupun teman-teman di bawah,” katanya.

Ada beberapa nama calon sekda yang mencuat ke permukaan seperti Kepala Bappeda, Hardiono, Kepala BKD, Nina Suzana, Kepala DPMPTSP, Yulistiani Mochtar, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Yayan Arianto, Kepala DKLH, Etty Suryahati, Kadishub, Gandara Budiana dan Kania Purwanti, Kadis Sosial. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here