Save Muslim Rohingya

267

Margonda | jurnaldepok.id
Aksi kejahatan dan pembantaian di Myanmar yang menimpa Muslim Rohingya mendapat rekasi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok. Bahkan, MUI mengutuk keras segala bentuk kejahatan yang dialami ummat muslim di sana.

“Perlakuan pemerintah Myanmar yang dilakukan terhadap ummat Islam khususnya suku Rohingya, sangat kejam. Dari itu, masyarakat Indonesia khususnya ummat Islam diharapkan bisa melakukan pressing kepada pemerintah agar pemerintah Indonesia dapat pro aktif melakukan tekanan-tekanan kepada pemerintah Myanmar agar menghentikan perbuatan keji tersebut,” ujar KH Encep Hidayat, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Depok, Minggu (3/9).

Ia menambahkan, Myanmar merupakan anggota Asean, dari itu Indonesia yang juga merupakan anggota Asean agar mampu melakukan intervensi melalui anggota Asean agar pemerintah Myanmar dapat menghentikan pelanggaran kemanusiaan yang biadab di sana.

Di samping itu, pemerintah Indonesia juga bisa melakukan upaya dan berkomunikasi langsung dengan pemerintah Myanmar untuk melakukan diplomasi yang baik, agar sikap Myanmar tersebut dapat dihentikan.

“Indonesia juga merupakan anggota PBB mungkin juga bisa menyerukan melalui PBB, agar PBB berperan aktif melakukan upaya-upaya sehingga ummat Islam di Myanmar bisa diselamatkan,” paparnya.

Selain itu, sambungnya, dari sisi kemanusiaan ummat Islam di Indonesia dapat bekerjasama dengan pemerintah dapat bahu membahu memberikan bantuan kepada suku Rohingya yang berada di pengungsian.

“Kita tahu bahwa ada 2.600 sekian rumah dibakar dan sekian ratus orang dibunuh, ada pula yang melarikan diri dan dari mereka banyak pula yang meninggal di laut dan sebagainya, yang selamat ini membutuhkan biaya kehidupan baik dalam bentuk medis, pakaian maupun makanan,” katanya.

Dari itu, MUI mengajak pemerintah dan ummat Islam secara bersama-sama menggalang bantuan untuk ummat Islam di Rohingya.

“Selain menggalang bantuan baik melalui organisasi maupun pemerintah, ummat Islam juga diharapkan memanjatkan doa atau istighosah untuk keselamatan ummat Islam di Rohingya,” terangnya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi bertolak menuju Myanmar, Minggu (3/9) sore. Kunjungan itu akan dimanfaatkan Retno untuk bertemu Aung San Suu Kyi dan membahas krisis Rohingya di negara bagian Rakhine.

“Atas perintah presiden dan setelah berkomunikasi dengan Pemerintah Myanmar, sore ini saya akan berangkat menuju Myanmar untuk bertemu dengan State Counsellor atau Menlu Myanmar Aung San Suu Kyi,” ungkap Retno

Selain bertemu dengan Aung San Suu Kyi, Retno juga direncanakan bertemu dengan Commander in Chief of Defense Services Senior General U Min Aung Hlaing, Menteri pada kantor Presiden U Kyaw Tint Swe, dan Penasihat Keamanan Nasional U Thaung Tun.

“Perjalanan ke Myanmar membawa amanah masyarakat Indonesia agar Indonesia dapat membantu mengatasi krisis kemanusiaan dan juga harapan dunia internasional agar krisis kemanusiaan segera diselesaikan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here