Pasar Tumpah Maharaja Direlokasi

153

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Keresahan warga Komplek Perumahan Depok Maharaja Kelurahan Rangkapan Jaya Kecamatan Pancoran Mas akhirnya hilang. Pasalnya pasar tumpah yang setiap Minggu ada di depan pemukiman kini sudah tidak ada lagi. Sebelumnya warga menilai keberadaan mereka sudah sangat mengganggu aktivitas.

Selama hampir delapan tahun pasar tumpah tersebut berdiri. Warga yang geram berkali-kali menertibkan tapi pedagang tetap berjualan. Kemarin, para pedagang tersebut sadar jika tempat mereka berjualan sudah menyalahi aturan. Mereka pun dengan sendiri dan sukarela memindahkan barang dagangannya.

“Bukan ditertibkan tapi direlokasi di tempat yang sudah kami siapkan. Akhirnya dengan pendekatan yang persuasif, caranya juga damai akhirnya para pedagang mau mengerti. Mereka dipindahkan ke terminal bayangan Sawangan,” ujar salah satu warga Dedi Firdaus, Minggu (3/9).

Ia menuturkan selama ada pasar tumpah, aktivitas warga sangat terganggu. Dirinya mencontohkan pernah ada mobil ambulance yang membawa jenazah tidak bisa masuk ke dalam komplek, karena terhalang pasar tumpah tersebut.

“Mereka berjualan di area fasilitas umum (fasum). Lahan ini harus dikembalikan ke fungsinya. Alhamdulillah mereka paham setelah kami bicarakan baik-baik,” tuturnya.

Dia memaparkan banyak kerugian yang dialami warga selama pasar tumpah tersebut. Selain kenyamanan terganggu, kebersihan dan keamanan pun juga ikut terganggu.

“Awalnya hanya beberapa pedagang saja tapi lama kelamaan merambat kemana-mana. Ada sekitar 1000 pedagang lah. Dengan banyaknya pedagang itu bagaimana kami bisa beraktivitas. Dulu kalau setiap Minggu saya nggak bisa keluar rumah,” papar Dedi.

Warga lain, Fitrianto menambahkan ketika masih berjualan para pedagang tidak menjaga kebersihan lingkungan komplek.

“Sampah ditinggalkan begitu saja, warga juga yang bersihkan itu. Kemudian dari sisi keamanan, banyak preman bermunculan yang menjadi petugas parkir kemudian meminta retribusi ke pedagang, dana nya kan masuk ke mereka. Istilah nya sudah berjualan di rumah kami tapi yang menikmati mereka,” jelasnya.

Diakui Fitrianto pihaknya berkali-kali menertibkan pedagang pasar tumpah. Namun ketika itu tidak menuai hasil. Namun saat ini dengan pendekatan persuasif mereka sadar dan memindahkan sendiri barang dagangannya.

“Kami berterima kasih kepada para pedagang yang mau diajak kerjasama. Terima kasih juga kepada pihak-pihak yang membantu, ada Satpol PP dan aparat kepolisian. Kami berharap mereka tidak kembali berjualan disini karena sudah ada tempat baru,” tutupnya.

Sementara itu Kabid Ketentraman, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan Satpol PP Kota Depok Diki Erwin mengatakan pihaknya menerjunkan 40 personal untuk mengamankan situasi.

“Setelah para personel kesini sudah tidak ada lagi PKL. Tidak ada penertiban tapi kami disini hanya berjaga-jaga khawatir mereka kembali berjualan lagi,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here