Ada Tulisan ‘Jorok’ Di Jalur SSA

388
Terlihat tulisan bernada jorok yang tertera di atas aspal di jalur SSA Arif Rahman Hakim dan Nusantara

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Para pengguna jalan dikejutkan dengan tulisan ‘jorok’ yang tertera di atas aspal tepatnya di jalur Sistem Satu Arah (SSA) yakni Jalan Nusantara dan Arif Rahman Hakim. Belum jelas siapa pelaku yang menuliskan tulisan itu dengan cat berwarna kuning.

Menanggapi hal itu Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan meski belum menerima laporan itu dirinya langsung menginstruksikan dinas terkait untuk menghapus tulisan yang persis berada di depan Kantor Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

“Kemerdekaan dalam berdemokrasi sah-sah saja, namun harus ada keteraturan. Kita memiliki etika, norma maupun budaya yang harus dihargai. Kami akan lihat, kalau tidak sesuai dengan etika kita harus langsung dihapus,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Selasa (29/8).

Dikatakan Idris, bahwa belum ada keputusan bersama antara Polres, Dishub dan perwakilan masyarakat dalam hal ini corporate terkait keberlangsungan program SSA. Evaluasi SSA menurutnya tidak hanya dari pihak Dishub namun juga dari sisi Polres sebagi pihak yang memiliki fungsi untuk mengatur lalu lintas di jalan.

“Evaluasi juga harus dihitung dari dampak corporate, sebab berdampak negatif terhadap corporate bisa mengganggu stabilitas perekonomian di Depok yang memang banyak penarikan pajak dari sana, jika penghasilan mereka berkungang maka pajak nya pun akan berkurang, nanti tinggal dihitung berapa kerugian dan manfaatnya,” paparnya.

Jika manfaatnya lebih besar, kata dia, maka program SSA akan dilanjutkan. Begitu juga apabila kerugiannya lebih besar maka pihaknya akan menghentikan program tersebut. Dari itu, dirinya meminta minggu ini dilakukan evaluasi bersama.

“Kalau evaluasi dari masing-masing instansi sudah dilakukan seperti Dishub maupun Polres, bahkan mereka telah mengundang konsultan dari UI untuk melakukan evaluasi ini. Yang belum lengkap masukan-masukan tertulis dari masyarakat,” katanya.

Secara pribadi Idris menilai, program SSA cukup berhasil namun perlu beberapa penyempurnaan.

“Secara kasat mata memang banyak ruas jalan yang diuntungkan dalam arti kemacetan itu berkurang, sebab kemacetan ini pun akan merugikan masyarakat. Terlebih Margonda oleh Kementerian Lingkungan Hidup dipandang sebagai jalur yang sudah hampir merah dari sisi polusinya, itu harus dikurangi di antaranya dengan mengurangi tingkat kemacetan,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya setiap sore menerima laporan dari aparat kepolisian bahwa setelah diterapkan program SSA kawasan Margonda relatif lebih lancar. Namun begitu, pihaknya terus melakukan evaluasi terkait program yang telah sebulan ini diterapkan.

Sebelumnya, Uji coba Sistem Satu Arah (SSA) yang dilakukan di Jalan Arif Rahman Hakim menuia protes. Warga yang geram dengan adanya ujicoba tersebut menilai sistem tersebut tidak menjawab permasalahan kemacetan yang ada. Mereka pun memasang spanduk yang isinya meminta agar SSA dibatalkan.

Spanduk yang bertuliskan Batalkan SSA, kami warga Depok Jaya menolak ujicoba Sistem Satu Arah karena lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya (Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya) dibentangkan di sudut jalan.

Pemasangan spanduk itu disambut positif oleh warga lain. Banyak yang mendukung jika SSA lebih baik dibatalkan.

“Kembali kan saja ke sistem dua arah karena menurut saya SSA hanya memindahkan kemacetan saja,” ujar salah satu warga Ahmad Samadi.

Warga lain yakni Rafiq menuturkan dengan diberlakukan nya SSA di Jalan Nusantara maka banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Di Jalan Nusantara kan banyak sekolahan. Kasihan anak-anak, ngeri. Tolong pemerintah ini di evaluasi lagi. Anak temen saya yang sekolahnya di Al Muhajirin rumahnya di Citayam harus jalan muter kalau mau ke sekolahnya, dia harus muter dulu ke fly over Arif Rahman Hakim,” terangnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here