Bangli-PKL Ditertibkan

205

Margonda | jurnaldepok.id
Sebanyak 16 bangunan liar (Bangli) serta 16 pedagang kaki lima (PKL) di beberapa jalan protokol di Kota Depok ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok. PKL dan bangunan liar yang ditertibkan antara lain Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Raya Nusantar, Jalan Simpang Lima serta Jalan Raya Dewi Sartika.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Miraz penertiban dilakukan sebagai salah satu cara yang dilakukan pihaknya agar jalan-jalan protokol di Depok terbebas dari bangunan yang melanggar peraturan Daerah.

“Penertiban ini kegiatan rutin yang kami lakukan. Selain itu kami juga melakukan sosialisasi sistem satu arah yang akan berlaku pada Sabtu (29/7) mendatang,” terangnya.

Dirinya memaparkan 16 bangunan liar yang ditertibkan umumnya bangunan yang bukan permanen. Karenanya bangunan liar yang ditertibkan juga diratakan oleh anggota Satpol PP Kota Depok.

“Bangunan liar ini melanggar Perda No 16 tentang ketertiban umum. Termasuk PKL yang melanggar. Khusus PKL kami data dan kami lakukan pembinaan,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Seksi Trantibum Satpol PP Kota Depok Agus Muhammad mengatakan para pelanggar bangunan maupun PKL yang berhasil ditindak kebanyakan membangun serta berjualan di atas trotoar, saluran air dan sepadan jalan milik negara.

“Kami akan melaksanakan kegiatan penertiban ini hingga Jumat (28/7),” katanya.

Untuk menertibkan bangli dan PKL pihaknya menerjunkan lebih dari 30 anggota Satpol PP guna menertibkan bangunan serta PKL. “Alhamdulillah giat berjalan lancar, tidak ada yang melawan karena mereka sadar jika mereka salah,” pungkasnya.

Salah satu warga yang menyaksikan penertiban tersebut adalah Anggi. Menurutnya dirinya menyayangkan PKL yang berjualan di pinggir jalan.

“Secara aturan memang nggak boleh. Tapi kasian juga, di satu sisi mereka butuh nyari makan dengan berjualan. Menurut saya sih Pemerintah sediakan tempat yang tepat untuk mereka berjualan. Jadinya nggak di pinggir jalan begini. Pejalan kaki kan susah juga mau jalan karena trotoar dipakai untuk berjualan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here