HERO Group Peduli Pendidikan

248

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Masih dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, kali ini HERO Group bersama Pringles Indonesia memberikan bantuan pendidikan ke sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Depok adalah salah satu kota terpilih, dimana SD Al Fauzien terpilih menjadi salah satu sekolah yang disambangi HERO Group.

“Jadi kegiatan ini kami namakan kolaborasi program tanggungjawab sosial bertajuk bring more happiness. Kami turut mendukung kemajuan pendidikan Indonesia melalui program satu toko satu sekolah,” ujar CSR Manager PT Hero Supermarket Tbk Arya Kusumo kemarin.

Dirinya mengatakan terkait Hari Anak Nasional pihaknya saat ini ingin mengambil pesan mengenai penggunaan gadget yang bijak serta aman.

“Tema ini kami angkat karena saat ini kan kecenderungan gadget yang semakin marak. Kalau terus-terusan digunakan, anak menjadi kurang bersosialisasi, menjadi kurang disipilin terhadap waktu, kurang melakukan aktivitas motorik,” katanya.

Cara yang dilakukan pihak nya, lanjut adalah menyampaikan pesan kepada anak dan juga orangtua tentang bagaimana menggunakan gadget dengan baik dan bijak.

“Dalam kesempatan ini kami juga ajak anak-anak nonton film Galih Leo melalui bioskop sekolahan. Kemudian mengenalkan ke mereka tentang permainan tradisional yang dulu kita mainkan. Dan permainan tradisional seperti congklak, enggrang itu tidak kalah mengasyikan dibanding main game di gadget,” paparnya.

Pihaknya bersama Pringles Indonesia juga menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada 16 siswa berprestasi. “Ke depan akan ada empat sekolah lainnya di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi yang akan mendapatkan bantuan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Al Fauzien Wiwik Supriyaningsih mengaku senang akan kehadiran Tim HERO Group dan memilih sekolahnya dalam rangka pemberian bantuan pendidikan.

“Senang sekali rasanya. Terimakasih kami ucapkan. Apalagi disini anak-anak bisa merasakan permainan tradisional yang belum dilakukan nya,” ucapnya.

Terkait gadget, pihaknya menuturkan di sekolah anak-anak dilarang membawa gadget. “Itu sudah ada aturan nya. Kami miliki koneksi internet tapi dibatasi dan setiap kelas termonitor karena ada
CCTV,” ungkapnya.

Dia menambahkan bagi orangtua yang ada keperluan dengan anaknya bisa berkomunikasi namun melalui perantara dengan kantor sekolah.

“Orangtua menitipkan pesan ke kami terlebih dahulu, kemudian kami teruskan ke anak. Namun bukan berarti tidak melek teknologi. Nantinya di kelas 6 para siswa ada pelajaran tentang meng interview oranglain dan akan diupload melalui media sosial. Tentunya ada pengawasan dari gurunya,” tutupnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here