Ini Rencana Bisnis PDAM 2017-2021

926

Margonda | jurnaldepok.id
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok menggelar Lokakarya Rencana Bisnis untuk 2017-2021. Ada beberpa kegiatan yang bakal digarap oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Depok ini.

“Rencana bisnis PDAM 2017-2021 memuat beberapa aksi kami selama lima tahun ke depan baik berupa rencana system pengembangan air minum (SPAM), rencana pemasaran, target operasional, target pelanggan dan target pembiayaan,” ujar M Olik Abdul Olik, Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, kemarin.

Selain itu, PDAM Tirta Asasta juga akan menambah tengki air besar, jaringan distribusi, rumah pompa, pemblian lahan untuk pengembangan baru wilayah Cinere-Limo, bangun gedung untuk prasarana dan infrastruktur IT.

“Untuk tahun ini kami ada beberapa kegiatan yang cukup besar seperti pembangunan jaringan terutama ke daerah Tapos, Cilangkap, Cipayung dan BSI Sawangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya terus mendorong pencapaian target 35 persen pembiayaan. Di mana, pihaknya membutuhkan Rp 1,6 triliun untuk peningkatan infrastruktur. Dirinya merasa bersyukur dari APBD Depok pihaknya mendapat Rp 499 miliar.

“Sisanya harus kami cari dengan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi. Pemerintah pusat dan provinsi butuh rencana aksi, dan inilah rencana aksinya (lokakarya,red). Mudah-mudahan dengan andanya rencana aksi ini dari pemerintah pusat dan provinsi bisa mengucurkan bantuan kepada PDAM Kota Depok,” paparnya.

Saat ini, sambungnya, cakupan layanan PDAM Tirta Asasta baru mencapai 16 persen dari target MDGs 80 persen akses air bersih. Akses air bersih itu, kata dia, dibagi dua ada perpipaan dan non perpipaan.

“Depok ini perpipaannya baru 16 persen, berarti masyarakat Depok sisanya masih menggunakan non perpipaan. Non perpipaan itu menggunakan air tanah, refill dan lainnya. Kami dorong ke depan agar masyarakat menggunakan air perpipaan,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, total pelanggan PDAM Tirta Asasta Kota Depok hingga saat ini mencapai 56 ribu yang aktif dan yang terdaftar mencapai 62 ribu. Dalam peningkatan infrastruktur, pihaknya akan meningkatkan pula kapasitas produksi instalasi pengolahan air.

Walikota Depok, Mohammad Idris yang hadir dan membuka acara tersebut mengungkapkan bahwa alokasi yang diperuntukan PDAM Tirta Asasta sebesar Rp 499 miliar bukanlah saham yang bisa balik modal.

“Itu bukan saham dan tidak ada BEP. Itu merupakan penyertaan modal dan amant Undang-Undang bahwa dalam mencapai MDGs dari sisi air bersih pemerintah berkewajiban memfasilitasi penyertaan modal sesuai kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.

Dikatakannya, PDAM Tirta Asasta Kota Depok berhasil meraup keuntungan Rp 6 miliar pada 2016 lalu. Sementara pihaknya menargetkan keuntungan Rp 14 miliar pada tahun ini.

“Pelanggan pada 2014 itu masih dua persen, tapi mulai 2015 dan 2016 telah meningkat mencapai 16 persen, ini luar biasa. Masyarakat sangat antusias. Karena kalau penggunaan air tanah tidak diimbangi yang saat ini mencapai 90 persen, ini akan bahaya bagi kehidupan di Kota Depok. Makanya harus dipercepat penyertaan modalnya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here