Pemotongan Bebek Didemo

917

Sawangan | jurnaldepok.id
Puluhan warga yang bermukim di lingkungan RW 06 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, menggruduk pemotongan bebek yang berada di Jalan Pemuda, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan.

Aksi tersebut mereka lakukan lantaran pemilik rumah pemotongan bebek itu tidak menjaga kebersihan. Alhasil, bau busuk yang berasal dari bangkai serta limbah pemotongan menyebar kemana-mana.

“Warga menuntut agar pemilik pemotongan menjaga kebersihan, karena selama ini mereka tidak bersih. Di mana, tumpukan bangkai, bulu hingga limbahnya tidak diurus,” ujar H Aman Suherman, Ketua LPM Kelurahan Sawangan Baru, Jumat (21/7).

Ia menambahkan, bangkai, bulu dan limbah pemotongan dibiarkan menumpuk dan tidak diurus. Ia khawatir bau busuk yang ditimbulkan dari pemotongan itu akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

Dikatakannya, bahwa pihaknya telah sering memberi peringatan kepada pemilik pemotongan agar bangkai, limbah dan bulu bebek yang telah dibersihkan dikelola dengan baik.

“Kami yang juga memiliki usaha di sini semakin sepi karena terkena imbas dari bau busuk pemotongan,” ungkapnya.

Pemotongan yang konon katanya sudah ada sejak belasan tahun silam itu dikatakannya tidak ada kontribusinya di masyarakat. Saat ini pihaknya juga tengah menelusuri izin usaha dan izin lingkungan yang dimiliki tempat pemotongan bebek tersebut.

“Sehari bisa 12 truk mereka memotong bebek, itu artinya mencapai ribuan. Tapi, kontribusi ke lingkungan tidak ada. Kami belum pernah tandatangan izin lingkungan, kami berharap pemerintah dapat turun tangan terkait perizinannya,” jelasnya.

Meski pemilik pemotongan telah menemui warga dan ketua lingkungan setempat, namun pihaknya tetap menuntut agar kebersihan pemotongan itu dijaga.

“Mereka (pemilik,red) berjanji akan memperbaiki system kebersihannya,” katanya.

Ketua RW 06, Herman Buho juga mengaku tidak tahu menahu izin yang dimiliki oleh pemilik pemotongan.

“Kami tidak tahu karena itu prosesnya sudah lama, ada yang bilang tidak memiliki izin ada pula yang bilang izinnya sudah kadaluarsa,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

BAGIKAN
Artikulli paraprakGaram Mulai Langka
Artikulli tjetërGelar Pelatihan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here