Ketahuan Selingkuh Istri Dibunuh

206

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Terjawab sudah misteri kematian mayat wanita yang ditemukan di pinggir Kali Ciliwung, Grand Depok City Kamis lalu (20/7). Selang sehari setelah ditemukan , jasad wanita yang diketahui bernama Yeni Maharani itu ternyata dibunuh oleh suaminya sendiri, Suhartanto.

Dalam pengakuan nya, Suhartanto mengatakan nekat menghabisi nyawa Yeni lantaran istrinya tidak mau diajak rujuk dan menginginkan bercerai darinya.

“Saya kesal karena istri saya itu nggak mau diajak rujuk. Awalnya kami berbicara biasa saja di pinggir kali Ciliwung GDC. Ketika itu saya ajak dia pulang, gak mau. Saya kesal terus saya cekik dia hingga nggak sadarkan diri,” ujarnya di Polsek Pancoran Mas, Jumat (21/7).

Ia menuturkan saat berbicara dengan istrinya dirinya mengaku telah berselingkuh. “Saya ngaku, tapi dia tetap nggak mau pulang. Karena itu saya kesel. Setelah tahu dia nggak sadar, saya langsung hubungi keponakan istri saya untuk datang ke GDC,” terangnya.

Sementara itu Wakapolresta Depok AKBP Faizal Ramadhani mengatakan, pelaku membunuh istrinya karena kesal kepada istrinya yang mengetahui pelaku selingkuh. Pelaku mencoba meminta maaf kepada korban tetapi sang istri tetap kepada pendiriannya dan ingin berpisah.

“Pelaku ketika itu naik pihak dan istrinya tetap ingin bercerai. Dia sempat bertemu beberapa kali dengan istri untuk meminta maaf,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan usai membunuh, pelaku mengabarkan keponakannya jika sudah bertemu korban.

“Setengah jam usai membunuh, pelaku mengabarkan keponakan korban jika pelaku sudah bertemu dengan korban,” ucapnya.

Setelah itu, lanjutnya keponakan korban sempat mencari korban di GDC, tetapi tidak bertemu. Jenazah korban malah ditemukan warga yang berada di pinggir Kali Cilwung.

“Warga langsung memanggil polisi ketika mengetahui adanya mayat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan jika teka teki pembunuhan ini terkuak karena alat telekomunikasi korban yang menunjukan percakapan intensif dengan pelaku. Apalagi, dalam percakapan tersebut menunjukan pelaku dan korban tengah berselisih paham.

“ Kami memeriksa HP korban, pelaku dan keponakan korban. Dari situlah kasus ini diungkap kurang dari 24 jam,” katanya.

Ia menerangkan dalam tubuh korban terdapat luka memar dikepala, leher dan perut sebelah kanan, terdapat pendarahan pada leher. Korban tewas lemas diduga karena cekikan pada leher. “Hasil otopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati mengatakan demikian, terdapat pendarahan di leher. Pelaku terkena pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here