Ruang Guru Mengenaskan

243

Cinere | jurnaldepok.id
Sudah jatuh tertimpa tanggga pula, kata kiasan itu sepertinya sangat tepat di alamatkan kepada para praktisi penyelenggara pendidikan di SMPN 21. Pasalnya, selain lebih dari tiga tahun menumpang di SDN Gandul 02, para guru dan pegawai tata usaha (TU) yang berjumlah 28 orang juga harus berdesak-desakan saat berada di kantor yang lausnya tidak lebih dari 6×5 meter persegi.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala SMPN 21 Depok, Sokani mengatakan sangat tidak nyaman dengan kondisi itu. Namun orang nomor satu di jajaran SMPN 13 itu mengaku harus bersabar menerima kenyataan demi kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah itu.

“Ya silahkan dilihat sendiri di ruangan yang hanya berukuran 30 meter ini diperuntukan bagi 28 guru dan pegawai tata usaha. Lebih mirisnya lagi ruangan eks rumah penunggu sekolah ini minim ventilasi sehingga suhu udara dalam ruangan sangat pengab, ” ujar Sokani kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, selain untuk ruang kerja para guru dan pegawai tata usaha, ruangan sempit itu juga dioptimalkan untuk menyimpan sejumlah alat tulis dan alat peraga penunjang pelajaran. Itu juga yang membuat ruangan semakin terlihat sempit dan pengab.

“Selain sabar harus apalagi, tapi kami tetap berharap agar kondisi ini cepat berlalu dan sekolah kami ini dapat segera mendapat lahan untuk dibangun, agar kami bisa lebih nyaman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM),” imbuhnya.

Dia menambahkan, pada tahun ini SMPN 21 hanya menerima siswa sebanyak 144 siswa baru atau lebih sedikit jika dibandingkan jumlah penerimaan siswa baru pada tahun lalu.

“Tahun lalu kami menerima 160 siswa, sekarang hanya 144. Artinya secara keseluruhan jumlah siswa kami berkurang 16 orang dari tahun lalu. Kami berharap tahun 2018 SMPN 21 sudah memiliki gedung sekolah sendiri,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here