Bullying Gejala Sosial Yang Parah

264
Farida Rachmayanti

Margonda | jurnaldepok.id
Kasus bullying yang terjadi pada mahasiswa Universitas Gunadarma mendapat tanggapan Anggota Komisi D DPRD Depok, Farida Rachmayanti. Ia menilai ini adalah gejala sosial yang parah, dan masalah ini harus dikembalikan lagi ke keluarga.

“Rasa empati dan kasih sayang penumbuhannya ada di keluarga. Bagaimana keluarga dapat membuat anak memiliki rasa empati, jika sudah ada maka tidak ada peristiwa bullying,” paparnya.

Ia menambahkan berjalannya fungsi keluarga akan menguatkan struktur masyarakat. Saling menyayangi, berempati, menghargai sesama. Pendidikan karakter bagi anak juga dimulai di keluarga. Pertama dan utama. Jangan secara kognitif berkembang tapi secara nilai malah mandul.

“Apalagi ini sudah bukan dikatakan anak kecil, sekelas mahasiswa harusnya makin matang pribadinya. Sangat memprihatinkan sekali kejadian ini,” jelasnya.

Sebelum menjadi mahasiswa, tentu menjalani proses jenjang pendidikan SD, SMP, SMA apakah ditanamkan nilai sosial kepada si pelaku. Saat kecil adalah masa pembentukan karakter dalam diri anak.

“Justru itu, secara kognitif mahasiswa tapi secara karakter nggak terbentuk. Ini harus dikembalikan ke keluarga,” tuturnya.

Dia menambahkan, pendidikan karakter itu di keluarga. Jika keluarga menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, menghargai sejak anak-anak. Maka ketika dewasa atau menjadi mahasiswa, dia akan menjadi pribadi matang.

Mengenai kampus Gunadarma, Farida mengatakan, untuk kampus sendiri tentu memiliki SOP sesuai kebijakan. Pengambilan keputusan, sanksi atau apapun mengenai masalah ini tentu kebijakan kampusnya.

“Tapi buat saya, bukan sekedar masalah kampus. Ini masalah kualitas generasi yang menyedihkan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here