Setnov Tersangka, Ini Kata Babai

353
Babai Suhaimi

Cipayung | jurnaldepok.id
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka dalam kasus pengadaan e-KTP. Berbagai reaksi bermunculan atas hal itu tak terkecuali dari internal Partai Golkar.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Babai Suhaimi menilai KPK memiliki bukti-bukti yang kuat atas ditetapkannya Setnov sebagai tersangka. Babai juga menilai, ditetapkannya Setnov sebagai tersangka memberi kepastian hukum terhadap status Setnov.

“Sehingga pengadilan lah nanti yang akan membuktikan. Saya bukan kapasitas mendukung atau tidak mendukung langkah KPK. Sebab kalau saya mendukung kan saya tidak tahu persoalannya, dibilang tidak mendukung kan KPK yang tahu persoalannya. Artinya, ketimbang tidak memiliki kepastian tentu akan lebih bagus ada kepastian, sehingga Pak Setnov bisa mengambil langkah secara hukum dan berjuang dalam proses pengadilan,” ujar Babai kepada Jurnal Depok, Selasa (18/7).

Tak hanya itu, kata dia, hukum di Indonesia menggunakan azas praduga tak bersalah. Sehingga, kata dia, penetapan tersangka yang dilakukan KPK bisa jadi benar, bisa jadi juga tidak benar. Hal itu tergantung di pengadilan nanti.

Terkait kondisi partai pasca penetapan Setnov sebagai tersangka, Babai juga meminta agar partai mengambil sikap. Namun begitu, Babai memahami bahwa di dalam partai ada mekanisme yang digunakan.

“Kami yakin pengurus DPP Partai Golkar tidak akan kaget dan bingung, karena di dalam struktur DPP saya melihat banyak tokoh senior dan mumpuni dalam menata organisasi seperti Pak Airlangga Hartanto, Ajie Syamsudin, Nurdin Khalid maupun Idrus Marham. Kami yakin, tokoh-tokoh muda itu bisa mengambil langkah untuk terus menjaga soliditas partai,” paparnya.

Namun begitu, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok itu menilai bahwa belum diperlukan untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Dikatakannya, Munaslub bukan satu-satunya cara untuk menyelesaikan persoalan.

Dikatakannya, persoalan yang saat ini menerpa Golkar bisa dihadapi cukup dengan Rapimnas.

“Kalau Munaslub lagi saya rasa energy partai akan terkuras pada diri sendiri, sayang. Yang namanya Munaslub biaya sangat besar, kemudian akan memakan hirukpikuk di internal partai dan akan ada pengelompokan-pengelompokan kembali. Saya lebih setuju jika dilakukan Rapimnas,” katanya.

Babai juga menilai jika Munaslub tidak tepat jika digelar saat ini, terlebih waktunya sudah mendekati pemilu legislatif.

“Tidak harus Munaslub, kalau ketua umum berhalangan kan bisa diambil langkah oleh sekjen, ketua harian atau wakil-wakil ketua umum,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here