Rezky Ultimatum Pihak Sekolah

156

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Rezky M Noor mengimbau kepada pihak sekolah untuk melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS dengan positif dan jangan tindakan bully atau kekerasan.

“Kami himbau kegiatan MPLS lebih baik diisi oleh pendidikan edukatif lebih menyenanfkan, dan menanamkan budi pekerti serta karakter siswa,”ujarnya, Senin (17/7).

Dia mengatakan kegiatan MPLS ini harus dilakukan dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif, dalam mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan untuk mendukung proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Bahwa kegiatan MPLS diterapkan di sekolahnya itu lebih bersifat edukatif tanpa adanya embel-embel atribut tambahan yang sifatnya tak mendidik.

Bahwa materi MPLS ini, diterapkan berupa pengenalan panitia Pengenalan Lingkungan Sosial, wawasan wiyata mandala, serta tata tertib sekolah, dan lainnya.

Sedangkan kegiatan lainnya berupa motivasi belajar, wawasan terhadap penanggulangan narkoba, penghijauan, penelusuran bakat dan seni dan kegiatan yang positif lainnya.

Intinya kata dia, bahwa masa MPLS bagi siswa baru ini diterapkan sesuai dengan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016, dimana lebih dititik beratkan pada pemahaman karakter dan wawasan kebangsaan, serta bersifat edukatif dan menyenangkan bagi siswa-siswi.

Dalam pelaksanaan MPLS tidak boleh ada kekerasan atau tindakan bullying terhadap peserta didik baru.

Pasalnya, MPLS adalah kegiatan untuk mengenalkan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Saya tidak mau, MPLS diisi dengan kegiatan aksi kekerasan atau bullying dari senior kepada junior. MPLS harus diisi dengan kegiatan positif dan membuat peserta didik kerasan belajar di sekolah,” katanya.

Rezky meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Depok melakukan pengawasan selama dilakukan MPLS di sekolah.

Jika nantinya ditemukan pelanggaran maka pihak sekolah akan diberikan sanksi.

“Kami bukan melarang pihak sekolah melibatkan siswa atau OSIS, tetapi sifatnya hanya membantu. Kegiatan diharapkan lebih pada pengenalan lingkungan sekolah dan wajib menghindari hukuman berupa kekerasan fisik,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here