Pohon Pisang Bikin Heboh

570
Lurah Pondok Petir berbincang dengan pemilik pohon pisang, Nisin (kaanan) didampingi stafnya (kiri) saat meninjau lokasi pohon pisang yang memiliki 5 buah jantung

Bojongsari | jurnaldepok.id
Warga di lingkungan RT 03/04 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, dihebohkan dengan Pohon Pisang yang berbuah lima tandan dalam satu pohon. Sontak, peristiwa itu membuat warga berduyun-duyun berdatangan ke lokasi tersebut.

Nisin (55) yang merupakan pemilik dari pohon pisang itu menuturkan, bahwa dirinya tidak mengira pohon pisang jenis Ambon yang ditanamnya itu berbuah sampai lima tandan.

“Pohon pisang ini usianya sekitar lima bulan. Saya kaget juga ketika melihat Pohon Pisang ini berbuah lima tandan, karena selama saya menjadi petani belum pernah menemui hal semacam ini, ini baru pertama kali,” ujar Nisin kepada Jurnal Depok, Jumat (14/7).

Ia menjelaskan, dalam satu pohon buahnya ada dua tandan. Namun uniknya, satu tandan buahnya bercabang tiga hingga menghasilkan empat tandan buah pisang dengan jumlah sisir yang bervariasi.

“Semuanya ada lima jantung pisang, karena yang satu tandan menghasilkan empat jantung. Saya memang nggak aneh dengan pohon maupun buah pisang. Namun ketika buahnya mencapai lima tandan, saya merasa aneh,” paparnya.

Ia mengatakan, dari kurang lebih 30 pohon pisang yang ia tanam hanya satu pohon yang berbuah seperti itu. Nisin mengatakan, bahwa bibit pohon pisang itu ia dapat dari wilayahnya sendiri yakni Pondok Petir.

Kini pohon pisang yang berada persis di pinggir Kali Ciledug, ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah. Mereka penasaran ingin mengetahui pohon dan buah pisang tersebut.

Lurah Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Anwar Nasihin yang datang langsung ke lokasi mengungkapkan, bahwa fenomena tersebut baru kali pertama terjadi di wilayahnya.

“Ini baru terjadi di mana satu pohon ada lima jantung pisang. Idealnya satu pohon satu jantung pisang. Mudah-mudahan ini pertanda baik buat masyarakat Pondok Petir. Memang wilayah kami masih cukup lahan pertaniannya,” ungkapnya didampingi staf kelurahan dan pengurus Karang Taruna Pondok Petir.

Namun begitu, Anwar berharap ada penelitian khusus dari ahli pertanian terkait fenomena tersebut.

“Nantinya bisa diteliti kenapa memiliki kelainan, ini kan unik. Lebih bagus lagi jika keunikan itu bisa dibudidayakan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here