Indonesia Darurat Narkoba

396

Beji | jurnaldepok.id
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinand Andi Lolo mengatakan, Indonesia menjadi pasar potensial pengedar narkoba internasional. Karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dan faktor ini yang menjadi daya tarik pengedar.

“Di sisi lain, tingkat ekonomi masyarakat saat ini cukup tinggi sehingga mereka memiliki dana lebih untuk pengeluaran primer,” ujarnya kemarin.

Harga narkotik di Indonesia menjadi lebih tinggi dari negara asalnya karena memang pangsa yang besar ada disini. Tak heran banyak gembong besar berskala internasional melirik Indonesia. Mereka seolah tidak kapok dengan ancaman hukuman yang diberikan Pemerintah Indonesia karena sisi keuntungan yang lebih besar dibandingkan resiko.

Kalaupun Fredi Budiman sudah dijerat hukuman mati, ada banyak orang yang bersedia menjadi Fredi.

“Keuntungan yang mereka dapat lebih besar dibanding resikonya. Kalaupun dijerat juga hanya kurir dibawahnya saja, gembong besarnya tetap ada,” ucapnya.

Dia memperingatkan soal pentingnya menjaga wilayah perbatasan perairan Indonesia. Karena dari jalur itulah penyelundup memasukkan narkoba ke wilayah Indonesia.

“Perbatasan kami kan panjang dan jumlah aparat yang berjaga tidak sebanding. Karena itulah perbatasan sering ditembus,” jelasnya.

Dia menyarankan agar dilakukan pengetatan di wilayah perbatasan perairan. Sehingga penyelundupan semacam ini bisa dicegah. Menurutnya Anyer yang bukan wilayah terpencil saja bisa ditembus penyelundup narkoba. Bisa dibayangkan kalau wilayah perbatasan terpencil lainnya pun bisa jadi dimanfaatkan gembong narkoba berskala internasional juga.

“Dan biasanya mereka punya analisa tersendiri dan mereka punya uang untuk membayar orang yang menganalisa untuk menembus Indonesia. Mereka tahu bahwa perbatasan kita tidak dijaga dengan baik,” paparnya.

Perihal satu tersangka yang buron, polisi disarankan untuk segera melakukan pendalaman. Diyakini satu tersangka itu masih berada di sekitaran lokasi. Hal yang bisa dilakukan adalah menyisir seluruh tempat penginapan untuk mengetahui keberadaannya.

“Atau bisa menyebar foto ke berbagai penginapan. Ini untuk mempersempit ruang geraknya,” ujarnya.

Soal hukuman, Ferdinand masih sepakat dengan ancaman mati. Karena pengedar narkoba sangat merusak generasi bangsa. “Saya masih sepakat hukuman mati,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here