Daseng Alami Gangguan Jiwa

168

Margonda | jurnaldepok.id
Sepekan lebih pemilik tas yang menggegerkan warga Depok pada Senin (3/7) lalu karena diduga bom, Daseng Rustana menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Hasilnya Daseng mengalami gangguan jiwa berat atau skrizofrenia.

Hal tersebut diungkapkan Pjs Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus. Dirinya mengatakan selama 10 hari Daseng diperiksa intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Alasan dilakukan pemeriksaan kejiwaan lantaran selama dimintai keterangan di Polres Depok, Daseng tidak nyambung dengan pertanyaan yang diajukan.

“Pandangan matanya kosong serta tidak tahu dimana menyimpan tasnya. Kemudian Daseng dari Polres Depok dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dimintakan pemeriksaan kejiwaan. Dia diobservasi selama 10 hari mulai tanggal 4 Juli hingga 13 Juli 2017. Ditangani dokter Jenny Diana. Hasilnya terperiksa mengalami gangguan jiwa berat atau skizofrenia, ” terang Daus.

Ia menambahkan tak hanya itu berdasarkan pemeriksaan, Daseng tidak mampu memahami nilai dan resiko tindak pidana yang diduga dilakukannya.

“Terperiksa membutuhkan perawatan dan pengobatan Psikiatri serta pengawasan ketat karena adanya resiko perilaku yang membahayakan diri dan orang lain atau lingkungannya,” tambahnya.

Daus melanjutkan setelah dilakukan pemeriksaan dan observasi selama 10 hari, Daseng telah diambil dari Rumah Sakit. “Dia sudah dikembalikan kepada orang tuanya untuk pengobatan kejiwaan lebih lanjut,” ucap Daus.

Sebelumnya Daseng sempat membuat heboh masyarakat Depok lantaran tas berwarna hitam miliknya ditinggal di area dekat terminal Depok dan ITC Depok. Karena bentuk tas ransel hitam yang ter tinggal begitu saja, warga menduga jika tas itu berisi bom. Tim Gegana pun datang dan menyisir ke lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tas tersebut hanya berisi pakaian-pakaian dan juga HP. Polisi kemudian melacak keberadaan Daseng dari HP yang tertinggal. Diketahui Daseng berada di rumah ayah tirinya yang berlokasi di Parung Bogor.

Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. Ayah tiri Daseng Idang Suparman mengatakan jika anaknya pada saat kejadian seharusnya pulang ke rumah yakni ke Bandung. Namun dirinya heran karena Daseng kembali lagi ke rumahnya tanpa alas kaki.

“Kami juga sempat kaget ketika dia kembali ke rumah di Parung tanpa membawa tas dan tanpa alas kaki, Daseng juga terlihat bingung dan seperti orang kelelahan, ” tandasnya.nNur Komalasari

BAGIKAN
Artikulli paraprakGugah Selera
Artikulli tjetërWarung Ludes Terbakar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here