Ortu Siswa Serbu Disdik

188

Balaikota | jurnaldepok.id
Sejumlah orangtua (Ortu) siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Depok. Mereka mengeluhkan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP yang dinilai masih memiliki kelemahan terutama dalam hal sistem.

Salah satu orangtua Evi mengungkapkan jika anaknya memiliki nilai NEM sebesar 25. Warga Pekapuran itu menilai harusnya anaknya masuk ke sekolah negeri lantaran nilai rata-rata nya mencapai 8.

“Saya daftar kan anak ke SMPN 11 dan SMPN 15. Pas daftar dua-duanya nggak masuk, kebuang karena katanya nggak dapat zona jadi tidak bisa masuk negeri,” terangnya.

Menurutnya anaknya bisa masuk ke sekolah negeri karena jika berdasarkan zonasi jarak antara tempat tinggal dengan sekolah yang dituju berdekatan. “SMPN 11 ada di Sukatani, kan deket Dari rumah saya yang di Pekapuran. Nilai anak saya juga rata-ratanya 8. Tapi bisa kepental begini,” ucapnya.

Warga lain yakni Taufik Hidayat (38) menjelaskan anaknya yang memiliki nilai sebesar 28,25 juga harus terpental dengan yang lain. “Saya daftar Senin kemarin (10/7). Urutannya waktu itu ke 250. Anak saya memang sekolahnya di luar Depok yakni di Jawa Tengah. Saya yang tinggal Depok. Pas dilihat lagi jam 11.30 WIB siang hari Selasa (11/7) sudah nggak ada, kepental dengan yang lain bahkan nilai 26 bisa masuk. Saya langsung datang ke sini untuk konfirmasi,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan setelah dilakukan pengecekan kembali akhirnya anaknya kembali masuk ke dalam daftar penerimaan. “Tadi katanya sedang diriset ulang dan bisa masuk akhirnya. Anak saya sekolahnya di luar Depok, pilihannya hanya satu. Saya pilih SMPN 1. Sekarang sudah berada di urutan kedua dari luar Depok,” jelasnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Depok Irwansyah mengatakan umumnya orangtua yang datang mengeluhkan tentang keinginan orangtua yang ingin me log in kembali dan mendaftarkan anaknya.”Mereka yang kesini ingin pilih sekolah lain. Mereka sudah ada yang mendaftar tapi login nya sudah tertutup. Untuk warga Depok bisa pilih dua sekolah, untuk luar Depok hanya satu sekolah,” paparnya.

Ia mengaku untuk pendaftaran hari pertama kemarin, zonasi belum terupdate secara sistem. “Sehingga orangtua bingung. Sekolah juga menyediakan komputer bagi orangtua yang belum bisa mendaftar secara online, ” katanya.

Dirinya melanjutkan bagi siswa luar Depok juga bisa sekolah di Depok. Ia menerangkan ada kuota lima persen yang di sediakan. “Bagi luar Depok juga bersaingnya dengan siswa luar Depok dan dilihat juga dari rayonisasi. Seleksi peserta didik baru dari asal sekolah luar Depok berdasarkan peringkat jumlah nilai ujian sekolah dan zonasi sampai terpenuhinya daya tampung yang telah ditetapkan.PPDB online jenjang SMP mulai dari Senin (10/7) hingga Rabu (12/7),” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here