Tiga Nama Calon Sekda

235
Pradi Supriatna

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna diam-diam ternyata telah mengantongi tiga nama bakal calon sekretaris daerah (Sekda). Meski begitu, Pradi masih bungkam ketika ditanya siapa ketiga orang tersebut.

“Ada dua sampai tiga nama yang sangat potensial, sudah (mumpuni secara golongan,red). Saya tidak sebutin sekarang, yang jelas potensial,” ujar Pradi kepada Jurnal Depok, Senin (10/7).

Dikatakannya, jadi atau tidaknya diganti Sekda saat ini yakni Harry Prihanto hal itu tergantung walikota, karena hal tersebut merupakan hak prerogatif walikota.

“Evaluasi bukan hanya Sekda, semua juga dievaluasi. Saat ini kami menerapkan basis kinerja, nggak boleh lagi ada bahasa orang dekatnya wali atau orang dekatnya wakil, itu harus dihilangkan,” paparnya.

Dijelaskannya, bahwa saat ini penunjukkan Sekda harus sesuai dengan kemampuan SDM yang sanggup untuk menjabat posisi itu. Ia juga menjelaskan, bahwa pihaknya secara rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja ASN termasuk Sekda setiap tiga bulan sekali.

“Evaluasi nggak pandang bulu, mau eselon II, III maupun IV, termasuk Sekda,” katanya.

Lebih lanjut ia menyakini bahwa dirinya nanti akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan diganti atau tidaknya Sekda saat ini.

“Belum, pasti diajak komunikasi, nggak mungkin nggak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Walikota Depok, Mohammad Idris berjanji akan melakukan evaluasi terhadap Sekretaris Daerah, Harry Prihanto.

“Sekda maksimal evaluasi lima tahun, tapi minimal harus dievaluasi itu dua tahun. Nah dua tahun itu habis bulan Juni. Kami akan melakukan evaluasi umum dan akan kami laporkan ke Komisi ASN,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, hasil dari asesmen dan evaluasi akan diketahui seperti apa. Dijelaskannya, bahwa dievaluasi tidak harus diganti.

“Setelah dua tahun baru boleh dievaluasi. Diganti atau tidak diganti tergantung dari hasil evaluasi, asesmen dan hasil konsultasi ke BKN, BAPEK dan Komisi ASN,” paparnya.

Dijelaskannya, bahwa evaluasi Sekda ada tim yang menangani tersendiri dari pusat. Pihaknya hanya memberikan laporan-laporan terkait permasalahan Sekda.

“Nantinya mereka akan melakukan asesmen, memanggil dan melakukan wawancara, baru hasilnya akan diberikan ke kami,” katanya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here