Walikota Evaluasi Sekda

353
Mohammad Idris

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Polemik yang ‘menyandera’ Sekretaris Daerah Kota Depok, Harry Prihanto membuat Walikota Depok, Mohammad Idris akan mengambil langkah tegas. Bahkan, dirinya akan melakukan evaluasi terhadap Harry dalam waktu dekat ini.

“Sekda maksimal evaluasi lima tahun, tapi minimal harus dievaluasi itu dua tahun. Nah dua tahun itu habis bulan Juni. Kami akan melakukan evaluasi umum dan akan kami laporkan ke Komisi ASN,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, hasil dari asesmen dan evaluasi akan diketahui seperti apa. Dijelaskannya, bahwa dievaluasi tidak harus diganti.

“Setelah dua tahun baru boleh dievaluasi. Diganti atau tidak diganti tergantung dari hasil evaluasi, asesmen dan hasil konsultasi ke BKN, BAPEK dan Komisi ASN,” paparnya.

Dijelaskannya, bahwa evaluasi Sekda ada tim yang menangani tersendiri dari pusat. Pihaknya hanya memberikan laporan-laporan terkait permasalahan Sekda.

“Nantinya mereka akan melakukan asesmen, memanggil dan melakukan wawancara, baru hasilnya akan diberikan ke kami,” katanya.

Sebelumnya Idris mengatakan bahwa dirinya telah memberikan restu kepada Harry untuk mengikuti lelang jabatan tersebut.

“Kalau ikut lelang di Sambas atas izin saya, beliau menarik kembali agar tidak ikut di Sambas karena faktor keluarga yang tidak siap kalau ditempatkan di Sambas. Sebenarnya belum ada hasil tes nya, namun ia sudah merasa bisa khawatir kalau lulus berat keluarganya tinggal di sana. Kalau di Sambas saya izinkan,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Jumat (7/7).

Namun begitu, Idris tidak mengizinkan Harry mengikuti lelang jabatan di tempat lain. Di mana, secara diam-diam Harry ternyata mengikuti lelang jabatan di instansi lain di pemerintah pusat. Hal itulah yang saat ini dipersoalkan.

“Ketika di Sambas mengundurkan diri, beliau (Harry,red) mendaftar di suatu instansi tanpa sepengetahuan saya dan instansi tersebut mengklarifikasi kepada saya, saya bilang bahwa saya belum mengeluarkan izin,” paparnya.

Tidak diizinkannya Harry mengikuti lelang jabatan di pemerintah pusat dikatakan Idris karena masih ada agenda dan pekerjaan Sekda yang harus diselesaikan oleh TAPD, karena dirinya merupakan ketua TAPD. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here