5 RS Kerjasama Dengan BPJS

1257
ilustrasi

Balaikota | jurnaldepok.id
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSI) Kota Depok, Sjahrul Amri mengatakan saat ini sudah ada 14 rumah sakit swasta yang sudah menyediakan layanan bagi peserta pasien BPJS.

Sedangkan untuk tahun ini tercatat akan ada lima rumah sakit swasta lain yang akan bekerjasama dengan BPJS antara lain Rumah Sakit Bunda Margonda, Mitra Keluarga, Rumah Sakit Arafiq, Rumah Sakit Puri Cinere dan Rumah Sakit Setya Bakti.

“Rumah Sakit Mitra Keluarga akan kerjasama dengan BPJS. Kemudian Rumah Sakit Puri Cinere juga sedang persiapan. Mereka mau buka wing, artinya akan buat alur pelayanan yang berbeda misalnya dipisah antara pasien pribadi dengan BPJS. Lalu, Rumah Sakit Bunda Margonda juga sedang persiapan. Pihaknya saat ini sedang buat bangunan di belakang rumah sakit,” paparnya kemarin.

Ia memaparkan berdasarkan imbauan Pemerintah Kota Depok bahwa rumah sakit swasta harus menerima dan memberikan pelayanan BPJS ke pasien.

“Kalau tunggakan rumah sakit swasta selama ini tidak ada. Jika pun ada berarti dari internal rumah sakit nya, seperti dokumen yang belum lengkap,” ucapnya.

Direktur Rumah Sakit Bhakti Yudha itu menuturkan saat ini ada sekitar 60-70 persen warga Depok menjadi peserta BPJS. Meski demikian, sebagai Ketua ARSI dirinya kerap menerima keluhan dari rumah sakit swasta terkait BPJS.

“Keluhan rumah sakit swasta umumnya di pembiayaan. Contohnya ada beberapa tarif penyakit yang memang pembiayaan nya kurang masuk ke ekonomi, misalnya pelayanan NICU dan PICU, kasus bayi yang meningitis yang butuh NICU PICU. Itu yang tidak masuk ke BPJS. Memang diakui anggaran kesehatan masih kurang, ” paparnya.

Dia menjelaskan jika anggaran kesehatan di Depok yakni 10 persen dari APBD. Sedangkan anggaran kesehatan secara nasional sekitar lima persen dari APBN.

“Jika kita melihat anggaran kesehatan DKI Jakarta yakni 15 persen dari APBD itu sudah cukup baik. Kami berharap Pemkot Depok bisa mengsubsidi. Kami juga sudah sampaikan ini ke pihak DPRD dan berharap kalau bisa dana untuk kesehatan dinaikan. Harapannya bisa di atas 10 persen,” tandasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here