Pendatang Diprediksi Menurun

165
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris memprediksi jumlah pendatang pasca lebaran di Kota Depok menurun. Hal itu dikatakannya disebabkan oleh beberapa faktor.

“Prediksi saya berkurang, karena terkait dengan politik nasional dan ekonomi secara nasional yang menurun dan dikhawatirkan berimbas kepada pendatang dari kampung ke kota,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Berdasarkan data tahun lalu, pendatang baru yang datang ke Depok pasca lebaran mencapai 3,4 persen. Di tahun ini dirinya memprediksi jumlah pendatang baru berkisar 1,4 persen dari jumlah penduduk Depok saat ini yang mencapai kurang lebih 2 juta jiwa.

“Jumlah tersebut termasuk jumlah penduduk, kelahiran dan pendatang. Kalau 3,4 persen saja sudah mencapai belasan ribu,” paparnya.

Untuk mengantisipasi itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengembang dan para investor untuk melakukan MoU terkait lapangan pekerjaan.

“Ini sebuah resiko tetangga Ibu Kota, di mana urban ke DKI informasinya berkurang. Kemarin terbukti pada Hari Raya Idul Fitri relatif di Depok lebih banyak ketimbang di Jakarta. Secara kasat mata ada urban yang pindah ke Depok,” terangnya.

Pihaknya juga tengah mempersiapkan kapasitas dan fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pendatang dari berbagai daerah.

“Penambahan penduduk ini susah dibendung, yang kami fokuskan adalah antisipasi berupa penyiapan kota hunian,” katanya.

Sementara itu Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menegaskan akan memulangkan pendatang jika datang ke Depok tidak memiliki keterampilan apa-apa.

“Catat, kami pulang kan jika datang ke Depok tapi nggak miliki keterampilan dan tidak memiliki identitas,” katanya usai meninjau lokasi benda mencurigakan di depan ITC Depok, Senin (3/7).

Pihaknya akan melakukan penyisiran kepada pendatang mulai pekan depan. Penyisiran tidak hanya dilakukan di terminal saja melainkan di beberapa titik.

“Antara lain di rumah penampungan bagi pembantu rumah tangga. Diperkirakan pertambahan penduduk di Depok antara tiga hingga enam persen. Jumlah kelahiran sekitar 2,3 hingga 2,4 persen selebihnya pendatang sekitar 1,3 hingga 1,4 persen yang datang ke Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here