Pemilik Tas Diperiksa Kejiwaannya

157

 

Margonda | jurnaldepok.id
Daseng Rustana (33) pemilik tas yang menghebohkan pada Senin lalu tengah menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Hati Jakarta Timur. Hal itu diungkapkan Kabag Humas Polresta Depok AKP Rahmaningtyas.

“Iya saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan psikolog. Dia dirawat inap disana karena akan dilakukan pengamatan oleh tim psikiater,” katanya, Rabu (5/7).

Dirinya memaparkan pemeriksaan yang dilakukan terdiri atas wawancara dan observasi perilaku Daseng.

“Pemeriksaan ini waktunya tidak sampai seminggu, tapi hasilnya keluar seminggu kemudian,” jelasnya.

Namun dirinya belum dapat memprediksi secara pasti berapa lama waktu pemeriksaan terhadap Daseng. “Kalau waktu pemeriksaan tergantung dokternya ya, namun yang pasti hasilnya akan ketahuan seminggu yang akan datang,” pungkasnya.

Sebelumnya Daseng, pemilik tas yang ditinggalkan di trotoar dekat area terminal Depok itu telah berhasil diamankan petugas kepolisian Polresta Depok di rumahnya yakni Kampung Pemagarsari, RT1, RW1, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Namun saat dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik, Daseng memberikan keterangan yang berubah-ubah. Bahkan Daseng terlihat seperti orang linglung.

“Jawaban yang berubah-ubah itu membuat kami memutuskan untuk pemeriksaan kejiwaan kepada Daseng,” terang Tyas.

Ia mencontohkan jawaban Daseng yang berubah-ubah adalah ketika ditanya keterlibatan orang lain dalam kejadian heboh tersebut.

“Awalnya dia mengiyakan tidak sendiri ketika berada di ITC, tetapi beberapa saat kemudian dia mengubah keterangan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu ayah tiri Daseng Idang Suparman mengaku jika Daseng sempat terlihat aneh pada hari kejadian. Sebelum berangkat ke Bandung, anak tirinya tersebut sempat memandangi lukisan kaligrafi arab di rumahnya sambil melafaskan ayat-ayat tertentu.

“Sambil melihat dan membaca ayat dia juga sempat bergoyang-goyang ketika melihat kaligrafi tersebut,” paparnya.

Tingkah laku anak tirinya itu sempat menjadi pertanyaan Idang dan istri. Tetapi akhirnya pertanyaan tersebut berlalu, dan pelaku selanjutnya izin pulang ke Bandung.

“Kami juga sempat kaget ketika dia kembali ke rumah di Parung tanpa membawa tas dan tanpa alas kaki, Daseng juga terlihat bingung,” pungkasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here