ET Stres Dicerai Istri

156

Pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu ET mengaku selama menjadi buron dirinya bersembunyi ke Sasak Panjang, Bogor. Selama pelarian pun ET hidup terlunta-lunta. Agar tidak ketahuan, ia bermalam di tempat pemancingan Sasak Panjang. Ironisnya, selama kabur, dirinya masih mengonsumsi narkotika jenis sabu.

“Saya lari ke Sasak Panjang, Tajur Halang. Terus ke Parung Panjang. Ya sekitar Depok dan Bogor, nggak pernah keluar kota,” kata ET di Polresta Depok, Senin (27/2).

Dirinya mengungkapkan selama pelariannya dia menggunakan sepeda motor miliknya. “Saya hidup di motor aja kalau mau mandi di tempat pemancingan. Tidur juga disitu,” ungkapnya.

Selama menjadi buron dirinya mengaku tidak bisa lepas dari sabu. “Saya jual HP yang saya punya. Ketika itu dapet Rp 400 ribu, saya tukar sama paket sabu. Barangnya saya dapet di tempat pemancingan, orangnya saya kenal juga sebelumnya,” katanya.

Ia mengaku menggunakan sabu sejak dirinya berpisah dengan istrinya. “Saya stres ditinggal istri. Make itu pas sudah cerai. Make nya selalu di rumah, nggak pernah di kantor DPRD,” aku ET.

Dirinya menuturkan tidak mengetahui jika ada teman seprofesinya yang terlibat narkotika. “Saya nggak tahu, saya jarang bergaul sama temen-temen. Pake itu hanya di rumah aja, nggak pernah di kantor,” tuturnya.

ET mengatakan alasan dirinya kabur karena merasa malu dengan anak-anak nya. “Saya malu sama anak-anak saya. Anak saya yang pertama usia 14 tahun dan yang kedua 9 tahun Pasti lah ada perasaan takut selama kabur, takut, was was,” tutupnya.

Wakapolres Depok AKBP Candra Kumara mengungkapkan selama dua puluh hari buron akhirnya ET berhasil ditangkap di wilayah Jatimulya,  Cilodong.

“Setelah diamankan di Polres, kami kembali lakukan penggeledahan di rumahnya. Di rumahnya ditemukan paket sabu 0,3 gram. Selama kabur diduga dia masih menggunakan sabu. Terakhir dia pakai sabu hari Kamis, sehari sebelum dia tertangkap,” ujarnya.

Dikarenakan ET bertindak tidak kooperatif, hukuman bisa saja diberatkan. “Untuk alasan subyektif bisa saja menjadi berat karena dia kabur, tidak kooperatif. Untuk saat ini ia dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider ayat 112 UU Narkotika Nomer 35 tahun 2009. Sedangkan untuk dilakukan rehab itu nanti berdasarkan pertimbangan pengadilan,” terangnya.

Pihaknya juga masih mengalami pendalaman terkait kasus ET. “Kami masih lakukan pendalaman. Apabila dari hasil penyelidikan ada arah untuk menggeledah kantor DPRD, bisa saja itu dilakukan. Namun yang jelas, dari hasil pengakuan tersangka, ET menggunakan sabu sendiri,” katanya.

Selain menangkap ET, pihak kepolisian juga mengamankan orang yang membantu ET dalam pelarian berinisial IS.

“Ada beberapa informasi yang akurat kami simpulkan ET lari ke Sasak Panjang.  Di situ dia disembunyikan teman-teman nya yang kami indikasikan juga pemakai,” kata Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis.

Ia mengungkapkan jika ET pernah beberapa kali tampak di daerah Bedahan. “Dia sempat terlihat disana, namun mendapat penolakan dari warga setempat. Kemudian kembali lagi ke Sasak Panjang. Hari Kamis posisinya sudah terlihat tapi ada orang yang melindungi ET berinisial IS, Jumat lalu juga ikut diamankan,” ungkapnya.

Kasat Narkoba mengatakan peran IS diduga memfasilitasi pelarian ET. “Kami saat ini fokus ke bukti-bukti ET. IS membantu menyiapkan kendaraan, membantu mengantar, memberi tumpangan istirahat.  Biasanya ET beraktivitas malam hari,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here