Leader Pandawa Mulai Diseret

186

Pimpinan KSP Pandawa Mandiri Group, Salman Nuryanto tampak meradang saat ditangkap jajaran Diskrimsus Polda Metro Jaya Senin dini hari kemarin.

Pria asal Kota Pemalang Jawa tengah itu sepertinya ogah jika hanya dirinya sendiri yang harus mempertanggungjawabkan  pengembalian uang nasabah yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Pasalnya, kata dia, dalam menjalankan bisnis invetasi itu dirinya dibantu oleh sejumlah petinggi Pandawa yang memiliki latar belakang pendidikan formal mumpuni, sementara dirinya yang cuma lulusan SD hanya dijadikan tameng dalam bisnis finance tersebut.

“Saya ini hanya lulusan SD dan tidak memiliki kemampuan mengelola uang sampai triliunan rupiah. Perlu diketahui meski tidak banyak, saya masih memiliki asset berupa tanah dan beberapa kendaraan roda empat tapi itu nilainya hanya beberapa miliar saja,” ujar sang mantan tukang bubur ayam itu.

Seolah tak rela jika hanya dirinya yang diseret ke balik jeruji besi, dirinya juga menyebut ada sekitar 230 leader yang membantu dirinya untuk mengembangkan usaha yang dinyatakan haram oleh MUI Kota Depok.

Disisi lain, sejumlah nasabah Pandawa yang berdomisili di wilayah Kecamatan Limo berencana akan melaporkan NG salah satu Leader Pandawa ke Polisi jika dalam waktu dekat tidak mengembalikan uang simpanan para nasabah.

“Dulu dia yang merayu dan mengajak kami masuk jadi anggota Pandawa, pada saat Pandawa mulai goyah  November tahun lalu, kami sudah mengajukan penarikan uang simpanan, tapi dia tidak pernah respon,” ungkap Khaerudin, nasabah Pandawa.

Bahkan, kata dia, hingga kini NG tidak pernah mau menjawab jika dihubungi via telepon dan sampai sekarang uangnya belum juga kembali.

“Jika dalam waktu dekat ini dia tidak juga mau bertanggungjawab, maka kami dengan sangat terpaksa akan laporkan dia ke Polisi, karena selama ini kami tidak pernah berinteraksi dengan yang namanya Nuryanto atau petinggi Pandawa lainnya,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here