Setu Pengarengan Bakal Disodet

239

Musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi ditambah drainase yang buruk berakibat banjir masih terjadi di wilayah Depok. Salah satu wilayah yang rawan banjir adalah Taman Duta Cimanggis.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manto Jorgi mengatakan penanganan banjir yang terjadi di Taman Duta  sudah dilakukan.

“Taman Duta itu kan memang kondisi wilayah tanahnya ada cekungan  dan Kali Laya diatas nya. Kemudian di Kali Laya hampir setiap harinya ditemukan sampah. Tiap hari petugas angkut sampah yang menyumbat air di Kali Laya itu. Sampah yang menyumbat membuat air luber dari Kali Laya ke Taman Duta,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Manto Jorghi.

Ke depan pihaknya juga kerjasama dengan pihak jalan tol Cijago untuk membuat sodetan.

“Dari setu pengarengan dibuat sodetan ke Kali Sugutamu. Diharapkan debit air yang lari ke Kali Laya yang melewati Pondok Duta akan berkurang. Mudah-mudahan tahun ini jalan tol selesai sehingga  sodetan dari setu Pengarengan lari ke Sugutamu dan bermuara ke Kali Ciliwung. Air kan mengalir ke tempat yang lebih rendah,” terangnya.

Pihaknya berharap proyek tol cijago dapat segera selesai. “Karena  kami tergantung juga proyek yang lain yaitu jalan tol Cijago. Kalau itu selesai maka sodetan sepanjang 1,5 km itu juga bisa difungsikan,” paparnya.

Dia meminta kepada warga agar turut menjaga lingkungan. “Salah satu penyebab banjir adalah sampah. Sampah banyak sekali ditemukan di kali.  Sampah yang ada di pasar Pal juga banyak hambat jalan nya air,” tutupnya.

Sebelumnya banjir di Perumahan Taman Duta dan Bukit Cengkeh II, Cimanggis Depok terjadi Kamis kemarin. Dua perumahan itu menjadi kawasan langganan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi dan dalam waktu lama.

Air mencapai ketinggian 60 sentimeter. Sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Warga pun tidak dapat leluasa melakukan aktifitas. Mereka hanya berdiam dalam rumah. Warga pun berupaya menyelamatkan barang-barang ke lantai dua rumahnya.

“Yang bisa diangkut keatas (lantai dua) disimpan diatas. Terutama elektronik dan surat berharga,” kata Dadang, salah satu warga Taman Duta, Jumat (17/2).

Sementara itu di jalanan terlihat beberapa pengemudi nekat melintas. Ada beberapa kendaraan yang mogok di tengah genangan sehingga terpaksa didorong. “Mogok tadi pas nekat ngelintas. Kayaknya busi motor kemasukan air makanya mogok,” kata Totok, warga Taman Duta lainnya.

Selain intensitas hujan yang cukup lebat, banjir juga terjadi akibat buruknya sistem drainase yang ada disana. “Iya banyak sampah yang numpuk, juga bingung,” ucapnya.

Banjir di perumahan itu sudah terjadi sejak puluhan tahun. Totok menuturkan sejak tahun 1989 dirinya sudah mengalami banjir. Dia meminta agar pemerintah memberikan solusi atas permasalahan tersebut. “Masyarakat ingin bebas banjir. Pemerintah jangan ribut-ribut ngomongin perbaikan tapi tidak ada hasil,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here