Musorkot KONI Sarat Kepentingan

199

Pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Depok periode 2017-2021 berakhir deadlock. Musorkot KONI Depok, Sabtu (11/2) yang berlangsung di Hotel Bumiwiyata menampilkan dua kandidat calon yakni Amri Yusra dan Agustinus Susanto.

Menanggapi keputusan deadlock Musarkot KONI, Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo (HTA) menilai seharusnya hal tersebut tidak terjadi.

“Yang saya lihat keduanya meski mereka mengatakan bersih namun basic partainya ada. Sehingga yang terjadi seperti kemarin, deadlock. Masing-masing punya kepentingan sendiri. Tidak ada yang mau legowo,” ujar HTA, Minggu (12/2).

Menurutnya KONI ke depan harus  dipimpin orang-orang yang professional. “Diharapkan tanpa ada unsur kepentingan politik apapun. Saya berpesan agar KONI Jawa Barat segera ambil keputusan tegas sesuai AD/ART. Siapa pun KONI Depok yang terpilih jangan ajang ini dijadikan batu loncatan untuk kepentingan politik,” terangnya.

Bagi nya yang terpenting saat ini adalah olahraga di Depok maju. “Jangan ada embel-embelnya. Semua diharapkan bertujuan demi kemajuan olahraga Depok saja. Makanya harus bersih. Kalau mau berpolitik masuk politik aja jangan masuk ke KONI,” tegas nya.

Dirinya mengungkapkan jika calon berasal dari kalangan profesional maka itu akan memudahkan pemerintah.

“Jika dari kalangan profesional, DPRD dan pemerintah mendukung karena ke depan akan ada intervensi APBD yang dipergunakan untuk KONI,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengatakan jika pihaknya tidak intervensi terhadap penyelengggaran Musorkot KONI.

“Sejak awal baik Pak Walikota maupun Pak Wakil Walikota tidak intervensi. Kami netral. Silahkan saja siapa pun yang ingin maju dan berkompetensi dengan kemampuan yang dimiliki,” tuturnya.

Dirinya mengatakan terkait hasil yang deadlock menurutnya itu bagian dari proses.

“Kalau sudah begitu silahkan urusan  propinsi yang memutuskan. Harapannya saya sebagai insan olahraga ingin nya ada peningkatan di tubuh KONI. Ingin olahraga Depok itu maju dan berkembang,” ujarnya.

Terkait adanya dugaan kepentingan politik dalam Musorkot KONI, ia menambahkan tidak bisa menyimpulkan hal tersebut.

“Saya tidak bisa simpulkan jika keduanya ada unsur politik. Di politik atau tidak di politik hal tersebut dikembalikan lagi ke manusianya. Ada orang yang betul-betul serius di politik, ada yang hanya nongkrong saja. Begitu pula di bidang lain. Saya berharap KONI ke depan dipimpin orang yang tepat,” pungkasnya.12

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here