ET Bakal Disidang

173

Anggota DPRD Kota Depok, ET siap-siap  duduk di kursi persakitan. Pasalnya  pihak kepolisian memastikan ET akan menjalani proses persidangan atas kasus keterlibatan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan dirinya.

ET adalah salah satu anggota DPRD Depok dari Fraksi Partai Golkar yang melarikan diri saat digerebek polisi di rumahnya akhir pekan lalu. ET melarikan diri dari pintu belakang, sedangkan UM rekan ET berhasil diamankan.

“Dia akan dipersidangkan karena fakta dan bukti sudah kami pegang,” kata Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, Rabu (8/2).

Ia menjelaskan terkait rehabilitasi yang bisa dilakukan ET nanti hal itu bisa saja terjadi. Namun tetap tidak menggugurkan proses pidananya.

“Silahkan saja mengajukan rehab. Sah-sah saja. Kami nanti akan telaah, rehab hanya salah satu opsi, yang jelas dia  harus tanggungjawab dulu sama perbuatannya ini,” terangnya.

Walaupun ET nantinya menjalankan rehab, namun proses persidangan tetap akan berjalan. Alasannya, kata Putu pihaknya tidak ingin ada penangguhan orang yang terlibat kasus narkoba.

“Silahkankan saja rehab. Nanti di BNN. Untuk kasus hukumnya tetap kami akan pantau hingga selesai,” ucapnya.

Seperti diketahui ET sudah menjadi target polisi sejak dua bulan lalu. Gerak geriknya sudah diamati polisi sejak lama. ET selalu bertransaksi dengan UM di rumahnya di Jalan Sulaiman Kelurahan Bedahan, Sawangan. Tercatat sudah sudah 6-7 kali ET memesan sabu pada UM dengan sandi ‘kue’ dan ‘bahan’.

Pelaku UM mengungkapkan dirinya biasa bertransaksi narkoba dilakukan di rumah ET. “Nggak pernah di kantor DPRD. Biasanya dia beli yang paketan Rp400 ribu hingga Rp 500 ribu. Transaksi biasanya sabu saja,” akunya.

Ia menuturkan jika ET membutuhkan barang haram tersebut ET menghubungi dirinya.

“Kadang dia telepon, SMS. Dia bilang kalau nelpon ‘Mi ada bahan nggak, enakan sama cewek kalau cowok ribet, bocor’, kalau SMS  dia bilang ada kue gak ,” tuturnya.

Setiap kali mengantar barang, UM mendapat uang jasa dari ET sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. “Transaksi seringnya malam. Dia biasanya bayar cash nggak pernah transfer,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here