PDIP Tak Miliki Jagoan

201

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengaku tidak menitipkan calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada Musyawarah Kota (Musorkot) KONI 11 Februari mendatang.

“Kalau KONI ini kan harus terbebas dari kepentingan apapun, termasuk kepentingan politik. Kepentingannya hanya satu bagaimana memajukan olahraga di Kota Depok. Maka KONI harus dijabat oleh orang-orang yang professional di bidangnya,” ujar Hendrik kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa jabatan KONI tidak boleh dari unsur politik maupun birokrat. Namun harus berasal dari kalangan professional yang ingin mengabdikan diri untuk dunia olahraga.

“Kalau selama ini dijabat oleh orang yang terkait dengan dunia politik, itu yang menjadi salah. Ke depan KONI harus bersih dari kepentingan politik. Kalau menurut kami ketua KONI itu harus dijabat oleh orang-orang yang siap mengabdikan diri, tenaga , waktu dan pikiran. Kalau persoalan ia punya uang atau tidak, itu nomor dua lah, minimal ia siap untuk memimpin karena KONI intervensinya dari APBD,” paparnya.

Hendrik yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Depok menegaskan, bahwa PDI Perjuangan tidak mengusulkan satu nam pun dalam Musorkot KONI Depok yang bakal digelar di Hotel Bumi Wiyata.

Nggak ada, PDIP ngajuin caleg saja, ngapain ngajuin ketua KONI,” tegasnya.

Rencananya, Musyawarah Kota (Musorkot) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok akan dilangsungkan pada Sabtu, 11 Februari mendatang. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Sekretaris Umum KONI Kota Depok, Herry Suprianto.

“Pelaksanaan Musorkot kami telah pastikan pada Sabtu 11 Februari 2017, lokasinya di Hotel Bumi Wiyata. Insha Allah Pak Walikota Depok yang akan membuka secara langsung Musorkot nanti,” ujar Herry.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah membentuk kepanitiaan baik itu SC maupun OC yang bakal memandu jalannya Musorkot. Dikatakannya, bahwa undangan yang disebar nanti mengacu kepada AD/ART KONI seperti anggota, dewan penyantun, perwakilan provinsi dan peninjau.

“Kalau pengcab masuk ke dalam peserta. Saat ini masih kami bahas terkait mekanisme pendaftaran hingga (4/2) mendatang. Setelah itu kami akan rilis ke masing-masing pengcab termasuk materi Musorkot,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pembukaan pendaftaran bakal calon ketua KONI akan mengacu pada AD/ART. Pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pendaftaran bakal calon akan dibuka.

Herry membantah jika pihaknya membatasi pendaftaran bagi bakal calon. Namun begitu, pendaftaran bakal calon baru dibuka sesuai peraturan yang tertuang dalam AD/ART.

“Pemikiran teman-teman bagus bahwa kami tidak membatasi pendaftaran calon, kalau calon itu memiliki potensi silahkan maju. Memilih dari sekian banyak orang kan itu jauh lebih bagus,” terangnya.6

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here