Walikota Sorot Kasus ET

176

Kasus narkoba yang menjerat anggota DPRD Kota Depok, ET, turut ditanggapi Walikota Depok Mohammad Idris. Ia mengatakan akan ada proses hukum aturan perundangan di dewan, terkait masalah tersebut.

Dirinya pun menyesali tindakan anggota dewan yang mengonsumsi narkoba jenis sabu tersebut.

“Nanti akan dinilai Badan Kehormatan Dewan. Ada aturannya, biar nanti BKD yang bertindak. Ini juga sudah ranah Polresta Depok dan BNN,” ujar Idris, Senin (6/2).

Ia berharap hal ini tidak merembet ke yang lain. Artinya hanya ada satu orang atau kasus dari 50 anggota yang lain. Tidak 10 orang dari 50 orang, tentu itu bisa dikatakan kejadian luar biasa yang perlu penanganan khusus.

“Jika ada kasus narkoba harus dilaporkan, bukan untuk dijerat hukum tapi direhabilitasi. Pencegahan lebih baik daripada membiarkan,” ucapnya.

Pemkot Depok sudah bekerja sama dengam BNN Depok, untuk pemeriksaan, baik di lingkungan pemkot maupun vertikal. Termasuk juga orang Depok yang kini ditahan di rutan Cilodong. Akan dilihat dari sisi medis, apakah mengidap penyakit HIV AIDS atau tidak karena narkoba.

“Sudah ada sekitar 200 orang di rutan yang diperiksa untuk penyakit itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan kasus narkoba dapat menyentuh lapisan masyarakat mana pun. Termasuk anak muda. Salah satu cata tangkalnya adalah melalui pembentukan karakter anak muda misalnya dengan mengisi ke kegiatan olahraga.

“Bukan dengan menunjukkan di media sosial bahwa gelanggang olahraga yang Depok tidak punya. Tapi harus pembentukan karakter dalam diri dulu,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua BKD DPRD Kota Depok Fitri Hariono mengatakan pihaknya masih menunggu kelanjutan hasil penyidikan dan proses dari kepolisian. Rencananya anggota DPRD maupun BKD akan menanyakan kasus yang menimpa anggota DPRD tersebut.

“HP nya sulit dihubungi, kami juga berupaya menghubungi dia tapi susah. Ingin menanyakan kasus ini secara langsung ke dia,” tutupnya.4

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here