Tembakau Gorilla Dibeli via Instagram

269

Pelaku penyalahgunaan narkoba jenis tembakau gorilla berinisial B (21) mengaku membeli barang haram tersebut melalui sosial media. Dia mengatakan dengan mudah mendapatkan tembakau gorilla, karena banyak penjual yang menawarkan itu di Instagram.

“Di Instagram banyak yang jual. Salah satu akun nya ada di @wordstobbaco, saya beli sama orang Jakarta Selatan. Pesan nya lewat instagram. Pengirimannya melalui ojek online,” katanya.

Dia mengatakan mengenal tembakau gorilla dari temannya. “Tahu ini sejak bulan Januari. Saya nggak pernah pake ganja sebelumnya. Dikasih temen suruh nyobain rasanya enak. Efeknya bikin kepala pusing tapi enak,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan biasanya membeli tembakau gorilla sebanyak 17 linting. “17 linting bisa dipake hingga seminggu. Saya pake sendiri nggak diedarkan lagi ke teman. Beli per 5 gram totalnya Rp 450 ribu,” tutur B.

Ia mengatakan membeli tembakau gorilla dari hasil kerja serabutan. “Saya nabung, duitnya ditambah dari hasil kerja serabutan aja. Sekali nyobain dari temen, jadi suka terus kumpulin duit dulu baru bisa beli,” tutupnya.

Sementara itu Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan penangkapan dilakukan awal Februari. “Ada tiga tersangka inisial F, B dan R sudah kami amankan. Awal penangkapan dapat narkotika jenis sabu di Kelurahan Tugu Cimanggis. Sabu disimpan dalam bungkus vape. Dari hasil pengembangan tidak jauh dari lokasi vape kami juga dapatkan 17 linting tembakau gorilla dan satu paket 5 gram tembakau gorilla dari dua tersangka. Salah satu tersangka berstatus masih pelajar,” jelasnya.

Dirinya menerangkan jika dilihat dari banyaknya barang bukti, kemungkinan besar siap diedarkan. “Kemungkinan diedarkan ke sesama pelajar di daerah Cimanggis. Sementara ini mereka dapat barang dari Jakarta,” terangnya.

Ia menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 2 Tahun 2017 tembakau gorilla memiliki kandungan ganja sintesis. “Sudah dimasukan ke golongan 1 narkotika. Efeknya lebih keras dari ganja,” jelas Putu.

Dirinya mengatakan per linting biasanya dijual seharga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. “Terkait adanya tersangka dari kalangan pelajar, kami juga akan melakukan penyidikan lebih mendalam ke kalangan pelajar,” katanya.

Untuk vape, lanjutnya, sampai saat ini pihaknya masih melihat penggunaan vape  untuk penyimpanan sabu saja. “Vape nya bukan untuk alat hisab sabu, baru sebatas tempat simpan sabu aja. Para pelaku  dikenakan pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 Undang-Undang 35 Tahun 2009 ancaman diatas 5 tahun,” tandasnya.3

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here