ET Pernah Diultimatum BKD

207

Kasus digerebeknya kediaman Anggota DPRD Depok, ET oleh aparat penegak hukum telah menyita perhatian masyarakat. Bahkan, Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo mengaku kaget mendengar informasi tersebut.

“Kami sudah mendapat informasi dari teman-teman, kalau kejadian itu benar tentu kami sangat prihatin dan kecewa dengan kejadian itu. Sebagai pejabat daerah terlebih wakil rakyat harus bersih terhadap hal itu (narkoba,red),” ujarnya kepada Jurnal Depok, Senin (6/2).

Hendrik juga telah berkoordinasi dengan Badan Kehormatan DPRD (BKD) untuk segera mengambil langkah untuk menyikapi hal tersebut, terutama melakukan pengecekan ke kepolisian apakah betul hal itu terjadi.

“Kalau memang betul Badan Kehormatan harus mengambil tindakkan tegas, sanksi terberat bisa saja sampai pemecatan. Namun proses pemecatan itu tetap ada mekanismenya terutama PKPU mengatur seperti apa, semua juga dikembalikan kepada partai pengusungnya, apakah akan menarik anggotanya yang terlibat narkoba. Kami juga mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” jelasnya.

DPRD, lanjutnya, tidak dalam kapasitas bisa atau tidak memberhentikan secara langsung ET, dikarenakan hal tersebut ada mekanismenya.

“Dalam hal ini adalah partai pengusungnya yang memiliki peran penting, kalau Golkar mengusulkan pemberhentian saat ini juga, bisa saja. DPRD hanya menindaklanjuti usulan dari parati pengusungnya kemudian kami tindaklanjuti bersama KPU,” tukasnya.

Hendrik tidak memungkiri, bahwa ET pernah mendapatkan teguran oleh Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Depok terkait absensi tingkat kehadiran. Dirinya mengira, setelah diberikan teguran itu akan lebih baik lagi, namun nyatanya terjerat dengan kasus yang baru ini.

“Ini lebih parah persoalan narkoba, sementara kami khususnya lembaga DPRD dinodai oleh hal-hal semacam narkoba. Kami mau DPRD bersih dari orang-orang yang terlibat atau pemakai narkoba,” katanya.

Hendrik menyayangkan tindakkan ET yang melarikan diri. Pasalnya, hal itu akan menghambat pemeriksaan dan yang bersangkutan belum tentu terlibat.

“Seharusnya tidak menghindar agar semuanya clear, kalau memang tidak terlibat sampaikan. Tapi kalu memang bersalah ya pertanggungjawabkan sesuai apa yang menjadi temuan pihak kepolisian, karena kami sendiri kalau bicara narkoba tidak ada ampun,” pungkasnya.2

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here