MUI Depok Kecam Ahok

448

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok secara tegas mengecam Basuki Tjahja Purnama alias Ahok beserta tim kuasa hukumnya yang merendahkan dan mengintimedasi terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin dalam persidangan kasus penistaan agama pekan lalu.

“Kami sangat mengecam dengan cara-cara yang tidak beretika dan tidak beradab apa yang dilakukan terhadap seorang tokoh dan guru bangsa serta guru-guru para ulama dan kiai,” ujar KH Encep Hidayat, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Depok, kemarin

Selaku pengurus MUI dan pengurus NU Kota Depok, lanjutnya, ia mengamati pernyataan Ahok dan tim pengacaranya baik di dalam maupun di ruang persidangan. Dirinya merasa prihatin karena bagaimana pun ulama apalagi yang sudah sepuh tidak perlu diperlakukan seperti itu, dan pertanyannya pun bias tidak fokus pada apa yang menjadi pokok persidangan.

“Wajar jika ada emosional sesaat dari kalangan NU terutama kalangan muda terhadap apa yang dilakukan oleh Ahok dan pengacaranya itu,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun KH Ma’ruf Amin telah memberikan maaf kepada Ahok, namun apabila di dalam pengadilan itu ada indikasi yang harus diselesaikan secara hukum, maka itu harus diselesaikan secara hukum.

“Kalau benar ada indikasi penyadapan, itu kan harus diproses hukum, apakah dibenarkan disadap dan sebagainya. Kami bukan hanya mendukung tapi itu harus diproses secara hukum. Persoalan maaf nya iya, kita harus memaafkan, tapi persoalan menyangkut hukum, itu lain lagi persoalan, harus diusut. Kami mengecam berat apa yang dikatakan oleh mereka itu,” tegasnya.

Kemarahan juga menyelimuti hati Mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK), Mahfud MD. Dia langsung emosi mendengar apa yang dikatakan Ahok beserta tim kuasa hukumnya yang memojokkan KH Ma’ruf Amin. Mahfud mengaku selama ini dirinya diam meski Ahok melecehkan agama Islam. Dia juga menganggap wajar jika warga Nahdliyin di seluruh tanah air marah dengan ucapan Ahok dan tim kuasa hukumnya itu karena KH Ma’ruf Amin merupakan ulama yang sangat dihormati.

”Saya pribadi selama ini diam saja. Tapi atas kejadian Ahok di sidang pengadilan yang seperti itu maka saya pun kini emosi. Dan wajar bila para kader dan warga NU seperti dari Ansor dan PMII marah atas sikap itu,” ujar Mahfud seperti dikutip publiknews.com

Mahfud menilai apa yang dikatakan Ahok kepada KH Ma’ruf Amin dalam persidangan yang digelar di kantor Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan tindakan yang tidak beradab. Dalam persidangan itu, Ahok menyebut KH M’aruf Amin berbohong terkait telepon dari SBY pada tanggal 6 Oktober 2017, atau sehari sebelum KH Ma’ruf Amin menerima kunjungan pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi di Kantor PBNU pada tanggal 7 Oktober 2016.

“Saya kira tindakan Ahok itu tidak beradab. KH Maruf adalah sosok ulama yang sangat dihormati warga NU. Dan di organisasi jamiah NU (PB NU) dia menempati posisi yang sangat tinggi. Semua warga NU hormat dan mencintai beliau,” pungkasnya.ggg

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here