Waspadai Henti Jantung Mendadak

240

Rumah Sakit Jantung Diagram (RSJD) Cinere belum lama ini menyelenggarakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit jantung, khususnya terkait kasus henti jantung mendadak yang kerap ditemukan pada para penderita gangguan jantung.

alaDalam pemaparan sosialisasi kasus henti jantung mendadak salah satu tenaga medis andalan RSJD Cinere dr Jeffry Wirianto, SpJP, FIHA mengatakan pada dasarnya penanggulangan henti jantung mendadak bagi pasien atau penderita gangguan jantung masih bisa diupayakan, hanya saja prosentase tingkat keberhasilannya sangat rendah. Hal itu disebabkan beberapa faktor diantarnya ketersediaan waktu penanganan yang sangat singkat serta keterbatasan peralatan saat  menanggulangi pasien dalam kondisi darurat.

“Proses terjadinya henti jantung begitu cepat dan kebanyakan kejadian yang menimpa pasien atau penderita telat terdeteksi lantaran tidak ada yang menyaksikan saat kejadian. Selain itu perlu diketahui bahwa tidak semua orang bahkan para petugas medis maupun paramedis memiliki kemampuan menilai denyutan nadi Karotis dalam keadaan emergency.  Faktor-faktor itulah yang menyebabkan rendahnya  keberhasilan dalam penanggulangan kasus henti jantung,” ungkap Jeffry.

Dia menambahkan, kasus henti jantung mendadak pada umumnya didahului oleh beberapa gejala awal seperti pingsan, pandangan gelap, kepala pusing, nyeri dada, sesak napas, lemas dan muntah. Namun, kata dia, bisa juga terjadi tanpa ada gejala awal.

“Upaya pencegahan henti jantung mendadak dengan cara mengatur pola makan sehat, olah raga teratur, dan stop merokok jauh lebih baik ketimbang pengobatan  karena dalam fase pengobatan dibutuhkan obat-obatan dan penggunaan alat yang harganya sangat mahal,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here