Kantor Pandawa Disegel

380

Kantor Pandawa Mandiri Group (PMG) di Jalan Raya Meruyung, Limo, Kota Depok diberi garis polisi, Kamis (26/1).

Menurut petugas keamanan komplek ruko tersebut, John (33), pemasangan garis polisi dilakukan sekitar enam orang petugas dari Polresta Depok.

“Kantornya sendiri sudah tutup sejak Rabu kemarin. Tapi disegel baru kemarin siang sama polisi,” kata John, kemarin.

Ia menambahkan, selama ditutup banyak orang yang diduga nasabah datang dan memotret kondisi kantor Pandawa Group itu.

“Banyak yang nanya-nanya. Kebanyakan kaget ada garis polisi,” ungkapnya.

Dari pantauan, tidak ada seorang pun pihak Pandawa yang terlihat di lokasi, termasuk petugas keamanan internal mereka. Di setiap sudut jendela kaca juga terpampang pengumuman bertuliskan “Sehubungan dengan persiapan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Pandawa Mandiri Group tahun buku 2016 yang rencananya akan diselenggarakan pada 25 Januari 2017, maka dengan hal tersebut kegiatan operasional koperasi diliburkan sampai dengan waktu yg akan ditentukan kemudian.”

“Pandawa menyewa kantor ini waktu itu Rp90 juta per tahunnya. Dan harusnya habis pada Mei 2017. Tapi nggak tahu apakah diperpanjang atau tidak,” pungkasnya.

Tidak hanya kantor utama KSP Pandawa Mandiri Group di Jalan Raya Meruyung, Limo, aparat juga memasang garis polisi di kantor cabang Pandawa yang letaknya tidak jauh dari lokasi pertama yakni di ruko Permata Green Cinere nomor 5.

“Kantor ini sudah mereka beli sejak enam bulan lalu,” ujar Pengawas Permata Green Cinere, Nurcholis (40).

Ia menambahkan, ruko tiga lantai itu dibeli dengan harga Rp1,6 miliar.   “Sebelumnya memang banyak yang datang ke sini. Sepertinya mereka nasabah yang menanyakan kejelasan investasi mereka,” katanya.

Di lokasi yang sama ia sempat menemui perwakilan dari kuasa hukum dari 35 leader (anggota yang membawahi banyak nasabah).

“Saya ke sini tadinya mau kumpulin data, tapi ternyata digaris polisi. Satu orang leader bisa membawahi ribuan anggota,” terang Heri Purnawan, asisten kuasa hukum leader.

Menurut dia, sejauh ini data dari 12 leader menunjukan nilai investasi dari para anggota mencapai sekitar Rp1,1 triliun. “Datanya masih terus kami kumpulkan. Tentunya para nasabah ingin sekali uangnya kembali,” pungkas Heri.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho membenarkan pihaknya memberi garis polisi di sekitar kantor Pandawa.

“Alasan diberikan garis polisi itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk menghindari aksi anarkis yang bisa saja dilakukan nasabah.a qaw2

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here