30 Persen Warga Belum Miliki e KTP

195

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok mencatat masih ada 30 persen warga Depok yang belum memiliki e KTP. Total warga Depok yang wajib memilik E-KTP mencapai 1.571.745 orang dari total penduduk 2.142.464 orang sepanjang tahun 2016.

uaoo“Sebanyak 466.525 warga yang wajib mempunyai KTP belum mempunyai KTP Elektronik (E-KTP). Kemudian ada 99.014 warga yang melakukan perekaman E-KTP, tapi belum bisa dicetak,” ujar Kepala Seksi Identitas Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jaka.

Dirinya menjelaskan blanko E-KTP sudah habis sejak akhir Oktober 2016. “Per hari nya ada sekitar 2 hingga 5 warga Depok, yang melakukan perekaman E-KTP di 63 kelurahan. Warga kami imbau untuk bersabar untuk mendapatkan E-KTP,” jelasnya.

Sebagai pengganti KTP yang belum jadi pemerintah memberikan surat keterangan perekaman kepada warga.  Kewenangan untuk pengadaan blanko E-KTP, di Kementerian Dalam Negeri belum bisa dilakukan . “Kewenanganya blanko di sana. Masalah kekurangan blanko terjadi di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan Kemendagri telah memberikan surat edaran kepada seluruh Disdukcapil di seluruh Indonesia, yang menyatakan pelelangan blanko E-KTP sebanyak 8 juta keping gagal lelang. Tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat administratif dan uji teknis.

Dia menjelaskan Kemendagri tidak berani memaksakan diri untuk melakukan lelang, karena akan menjadi masalah hukum bila ditetapkan pemenangnya.

Dirinya memaparkan sebagai solusi sesuai Undang-undang administrasi kependudukan dan UU Pilkada, sampai dengan tersedianya blanko tetap dapat diterbitkan surat keterangan perekaman yang diberikan ke warga yang melakukan perekaman E-KTP.

“Ditjen Dukcapil akan melakukan proses lelang pengadaan blanko E-KTP anggaran 2017 lebih cepat agar Januari 2017 blanko sudah tersedia kembali. Tahun kemarin gagal lelang di bulan November,” paparnya.

Ia menuturkan batas waktu warga untuk mempunyai E-KTP juga sudah diperpanjang. “Sudah diperpanjang sampai batas yang belum bisa ditentukan,” ujarnya.

Menurutnya, blanko cepat habis karena sebagian bukan pembuatan perekaman E-KTP baru. Namun banyak warga yang meminta ganti blanko E-KTP, karena rusak dan hilang.

“Harusnya E-KTP disayang seperti kartu ATM. Ini banyak yang rusak plastiknya minta ganti baru. 50 persen blanko baru untuk ganti E-KTP warga yang rusak dan hilang, bukan perekaman baru,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here