Kolaborasi Depok Friendly City

274

Sebagai Kota Penyangga, Depok tentu tumbuh dan berkembang seperti kota-kota penyangga lainnya. Bahkan Depok menjadi destinasi baru masyarakat luar Depok, khususnya para wisatawan. Hal ini terlihat dari banyak nya warga hilir mudik memadati Depok khususnya di saat hari libur.

Kini Depok mempunyai tagline yakni Depok Friendly City yang berarti Depok bersahabat dengan semua kalangan.

“Artinya kami berbagi dan berkolaborasi dengan semua pihak. Depok sahabat pemuda, dengan guru, pengusaha, ulama dan semua lini masyarakat tentunya. Menjelang usia yang ke-17 ini Depok harus lebih dekat dengan warganya dari berbagai kalangan. Itulah makna Depok Friendly City,” ujar Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna.

Ia mengatakan hal tersebut bukan hanya sekedar tagline. Pihaknya berupaya merealiasasikannya melalui program misalnya mempermudah investor dalam hal perizinan.

“Kami mempersilahkan siapapun investor yang ingin menanamkan modalnya di Depok. Di sektor layanan publik misalnya dipermudah untuk pembuatan kartu keluarga (KK) hingga kartu tanda penduduk (KTP). Kemudian di sektor kesehatan sudah punya Puskesmas 24 jam di Pancoran Mas.  Mereka tidak harus menunggu lama di puskesmas. Cukup daftar kemudian datang lagi di jam yang telah ditentukan,” paparnya.

Dia mengungkapkan jika sudah banyak investor yang tertarik dengan Depok. “Sudah banyak. Bisa dilihat dari geliat pertumbuhan ekonomi di Depok yang mencapai tujuh persen. Bahkan Depok menjadi salah satu kota tertinggi di Jawa Barat dilihat dari sisi pertumbuhan ekonominya. Di sisi lain, inflasi Depok juga terendah,” ungkap Pradi.

Selain itu, lanjut nya, Depok juga bersahabat dengan sistem digital. “Di era digitalisasi ini kemajuan teknologi menjadi tak terhindarkan. Semua orang hidup dengan bantuan ponsel pintarnya. Kami juga sudah memasuki era itu. Sistem e-goverment  sudah terapkan bahkan dengan lintas sektor seperti kepolisian seperti adanya aplikasi Panic Button yang dibuat oleh Polresta Depok. Untuk di internal kami juga sudah terapkan yaitu finger print absen kemudian pemasangan CCTV yang diintergrasikan dengan ruang kontrol di Dinas Perhubungan. Ini manfaatnya banyak, bisa membantu kepolisian mengungkap pelaku kriminal di angkutan umum dari hasil rekaman CCTV,” terangnya.

Dirinya juga menjelaskan tagline Depok Friendly City juga dirasakan masyarakat menengah ke bawah. Salah satunya melalui program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

“Diharapkan mereka bisa nyaman tinggal di rumahnya sendiri dan secara tingkat kesejahteraan juga semakin baik. Jadi secara fisik dan non fisiknya diperhatikan sekali. Bukan semata  program

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here