Diskominfo Wujudkan e-gov

171

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok mulai memetakan aplikasi untuk mewujudkan e-government (e-gov). Sebagai langkah awal, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dipanggil untuk mempresentasikan aplikasi apa saja yang sudah dimiliki.

“Fungsi data nantinya untuk saling dimanfaatkan bagi kepentingan Pemkot. Selama ini banyak aplikasi yang tersebar di OPD tapi belum terintegrasi. Nah, kami akan mulai OPD untuk menjelaskan aplikasi yang dimiliki. Jadi, pada saat kami mengintegrasikan, kami sudah tau isinya,” ujar Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Kota Depok, Rahmat Maulana, seperti dikutip situs resmi Pemkot Depok, Kamis (19/1).

Dia menerangkan, saat ini OPD membuat aplikasi sesuai kebutuhan, sehingga OPD tidak memiliki standar. Untuk itu, pihaknya ke depan akan menentukan standar, agar memudahkan dalam mengintegrasikan sebuah data.

“Saat ini OPD membuat aplikasi berdasarkan kebutuhan, sehingga mereka tidak memiliki standar. Ini sangat menyulitkan kami, saat kami mau mengintegrasi. Makanya, kami ingin tahu isi aplikasi itu sehingga kami nanti bisa menetapkan standar yang digunakan. Pada saat kami integrasikan itu lebih mudah, karena apa? Karena kami tau isinya. Kalau nggak paham isinya, bagaimana mau menilai sebuah aplikasi,” jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, aplikasi yang ada menggunakan jasa pihak ketiga. Sehingga jika terjadi masalah pada aplikasi tersebut, Diskominfo tidak bisa langsung memperbaiki. Pemetaan itu juga dilakukan agar lebih efektif dan efisien.

“Kuncinya masih di pihak ketiga, kalau ada masalah kami nggak bisa buka kunci itu langsung. Menurut kami itu nggak efektif, karena pelayanan ini nantinya akan dirasakan juga manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Rahmat.

Program itu, kata dia, juga sejalan dengan Smart City yang digadang pemerintah dan sebagai salah satu tahap untuk memasuki e-gov. Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, harus ada yang dilakukan salah satunya dengan pemetaan apliasi pada seluruh OPD.

“Hari ini kami adakan ekspose dengan Dinkes. Kami lakukan secara bertahap sampai semua OPD mempresentasikan aplikasi yang dimiliki. Setelah itu kami lakukan pemetaan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here