Bojongsari Wujudkan ‘Margonda II’

273

Sebagai etalase Kota Depok sebelah barat, Kecamatan Bojongsari terus bebenah untuk mewujudkan ‘Margonda II’. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri dengan mulai masuknya beragam investor baik lokal maupun nasional.

Untuk mewujudkan itu, kecamatan yang berbatasan dengan wilayan Kabupaten Bogor dan Tanggerang Selatan tersebut kini tengah berupaya menata pembangunan di wilayah itu.

“Selaku aparat termasuk Pak Lurah siap menjalankan program-program RPJMD walikota. Tentunya hal itu harus didukung oleh lapisan masyarakat,” ujar Usman Haliyana, Camat Bojongsari kepada Jurnal Depok, Rabu (18/1).

Meskipun namanya nanti bukan Margonda II, kata dia, namun program Pemerintah Kota Depok fokus pada kecamatan terutama Bojongsari. Dikatakannya, bahwa saat ini IPM Bojongsari dibidang perekonomian sudah tertinggi se Kota Depok yang menyentuh angka 8,6.

“Kami berharap, adanya wacana Margonda II dapat disambut baik oleh masyarakat dan mereka mampu bersinergi dengan para investor yang datang, begitu juga dengan aparatur pemerintah,” katanya.

Pernyataan tersebut diungkapkan Usman usai membuka acara pra Musrenbang tingkat Kelurahan Bojongsari Baru. Dikatakannya, bahwa pihaknya akan melakukan kegiatan pra Musrenbang hingga 27 Januari 2016.

“Kami ambil lebih awal agar usulan lebih efektif, diaharapkan yang prioritas di masing-masing kelurahan segera diusulkan. Kami harus bersinergi dalam menjalankan program pemerintah baik dengan kelurahan, LPM, tokoh masyarakat maupun pemudanya,” paparnya.

Lurah Bojongsari Baru, Tranto Dwi Harjono mengatakan bahwa program pembangunan infrastruktur di wilayahnya telah mencapai 80 persen. Namun, dalam Musrenbang itu pihaknya masih menerima dan mengusulkan pembangunan yang belum tersentuh seperti pembangunan turap dan lainnya.

“Selain itu, kami juga fokus pada pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan-pelatihan terlebih di wilayah kami ini banyak kelompok tani tanaman hias. Sementara untuk pembangunan jalan lingkungan telah mencapai 80 persen,” ungkapnya.

Terakhir dia berharap, dalam melakukan Musrenbang dapat diusulkan yang benar-benar urgen dan dirasa bermanfaat bagi seluruh masyarakat, bukan hanya untuk satu atau dua wilayah namun untuk Bojongsari Baru keseluruhan.aaa

“Usulan tidak perlu banyak, akan tetapi mengena dan betul-betul prioritas. Mungkin yang tidak tertampung dalam Musrenbang, kami arahkan agar bisa disampaikan melalui pokir anggota DPRD atau aspirasi dewan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here