Beli Rumah, Cek Dulu IMB nya

2761

Masih ditemukan kasus sengketa tanah atau rumah disebabkan karena saat melakukan pembelian tidak dilakukan pengecekan, khususnya terkait Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Untuk mencegah hal itu terjadi maka pertama yang harus dilakukan ketika akan membeli rumah adalah, memeriksa kelengkapan berkas Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pembeli dapat mengecek langsung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, atau secara online melalui websitenya.

“Harus jadi pembeli yang cerdas ketika melalukan pembelian. Sebelum transaksi cek kelengkapan data dengan teliti, rumah itu sudah ada IMB-nya atau belum. Bisa datang ke kantor dinas atau online,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mochtar.

Dirinya mengatakan hal itu perlu dilakukan guna menghindari pembelian rumah tanpa IMB. Tentu yang akan rugi adalah pembeli, karena sewaktu-waktu dapat dibongkar karena menyalahi aturan.

“Kalau enggak ada IMB sebuah bangunan bisa dibongkar. Namun, menuju itu tentu bertahap dan ada prosesnya,” jelasnya.

Ia menuturkan jika rumah memiliki IMB, pastinya tidak ada pelanggaran. Karena dari IMB rumah tersebut dapat dilihat berbagai aturan yang diberlakukan Pemkot Depok, seperti Garis Sempadan Bangunan (GSB), Garis Sempadan Sungai (GSS) apakah sesuai aturan atau tidak. Selain itu saat ini pihak bank juga sudah mulai teliti dengan memperhatikan IMB, tak hanya sertifikat rumah saja.

“Hal yang perlu diperhatikan seputar IMB antara lain luas bangunan di sertifikat itu dan kenyataannya. Jika ada perbedaan, IMB harus diperbarui agar sesuai dengan fakta di lapangan,” katanya.

Yulis juga menjelaskan bahwa kepemilikan IMB merupakan landasan sah dalam mendirikan bangunan, yang di dalamnya tercantum data bangunan.

Mulai dari peruntukan, jumlah lantai dan detail teknis yang menjadi lampirannya. Perhatikan detail IMB apakah untuk rumah individu atau seluruh kompleks. Biasanya pengembang perumahan mengurus IMB untuk seluruh kompleks, bukan per rumah.

“Jadi jangan sampai tidak teliti saal membeli rumah, karena biasanya para pengembang nakal tidak mengurus IMB, sehingga kepengurusan IMB nantinya diurus oleh pembeli,”Untitled-3

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here