TPS Liar Disoal

194

Hingga saat ini pembuangan sampah di TPS liar masih terjadi. Hal ini terlihat di lokasi Gang Gobang RW 14 Kelurahan Kemirimuka Kecamatan Beji.  Bahkan gerobak yang mengangkut sampah terlihat di lokasi tersebut.

“Katanya TPS liar sudah ditutup, kok masih ada saja aktivitas pembuangan sampah di TPS liar itu,”ucap Kevin, salah seorang warga setempat.

Tak hanya sampah dari lingkungan masyarakat saja yang dibuang di TPS liar itu akan tetapi sampah dari kantor Kelurahan Kemirimuka, hotel di Margonda dan sampah dari ruko di Margonda juga dibuang di lokasi tersebut.

Lantaran belum ditutupnya TPS liar tersebut maka aksi pembuangan sampah masih terjadi dimana tumpukan sampah terjadi.

Adanya tumpukan sampah di lokasi tersebut yang berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai juga mendapatkan kritikan dari pecinta sungai Ciliwung setempat.

‘”Jangan seenaknya tanah ini dikotori dengan sampah,”katanya.

Lurah Kemirimuka Ramdani  mengatakan TPS liar itu memang berada di atas tanah seorang warga setempat. kljiklili

Dirinya mengatakan  pengelola TPS liar itu juga merupakan masih sanak saudaranya dengan pemilik tanah sehingga perlu dilakukan komunikasi antar mereka sehingga tidak terjadi kesinggungan diantara mereka.

Kami sudah kumpulkan para ketua RW di lokasi tersebut, termasuk pengelola TPS liar itu dan mereka siap menutup TPS liar itu,” ungkapnya.

Dia menuturkan sebelum dilakukan penutupan TPS itu pihaknya masih mencari lokasi pengganti untuk lokasi TPS tersebut. Rencananya akan menyediakan kontainer sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

“Nantinya sampah yang berasal dari masyarakat akan langsung diangkut truk tersebut dan tidak akan terjadi penumpukan sampah di lingkungan warga,” tuturnya.

Wakil ketua LPM setempat Friansyah menambahkan pihaknya bersama aparatur Kelurahan, pengurus RT, RW sudah melakukan rapat membahas masalah tersebut.

“Kami sudah lakukan rapat dengan warga setempat, dan mereka setuju TPS liar itu ditutup. Untuk sementara masih dilakukan pencarian lokasi atau kontainer sampah yang langsung diangkut,” terangnya.

TPS liar yang berdiri diatas lahan sekitar 7000 meter itu sudah lama beroperasi namun sulit ditutup. Lokasinya berada tidak jauh dari SDN Pondok Cina 2 dan kerap menimbulkan aroma tidak sedap dikalangan masyarakat dan lingkungan sekolah tersebut.

Dengan aroma yang bau mengakibatkan masyarakat di lokasi tersebut mengeluhkan adanya TPS liar yang sudah lama beroperasi dan terkesan dibiarkan oleh aparat kelurahan setempat.

Ada dugaan sampah yang dibuang di TPS liar itu tidak hanya berasal dari masyarakat setempat, akan tetapi sampah juga berasal dari ruko-ruko yang ada di  sekitar Juanda

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here