Warga Ancam Bongkar Kandang Sapi Kampung 99

152

Warga Perumahan Puri Cinere Hijau (PCH) RT 06/13 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, mengaku sangat kecewa dengan sikap Satpol PP Kota Depok yang hingga saat ini belum juga membongkar kandang sapi dan kambing milik pengelola objek wisata Kampung 99 pasca dilakukannya penyegelan lima bulan silam.

Terkait hal tersebut warga mengancam akan melakukan pembongkaran paksa jika dalam waktu dekat ini pihak Satpol PP tidak juga melakukan tindakan lanjutan atas penyegelan tersebut, lantaran menurut warga keberadaan hewan ternak di kandang dekat permukiman warga itu sudah sangat mengganggu kenyamanan warga.

“Kami sudah menempuh berbagai upaya persuasif baik dengan pihak pengelola maupun kepada pemerintah, terkait masalah ini pemerintah dalam hal ini Satpol PP Kota Depok lima bulan silam telah melakukan penyegelan terhadap kandang peternakan itu, tapi ironisnya bukannya menghentikan aktivitas peternakan, pengelola malah menambah jumlah hewan ternak di kandang itu, apa ini bukan pelecehan terhadap lembaga pemerintahan ?,” ujar Linggom salah satu warga PCH kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Linggom, selama ini warga PCH sudah sabar menahan diri untuk tidak melakukan tindakkan sepihak terhadap keberadaan peternakan yang diduga ilegal itu, namun sayangnya sikap kesabaran warga itu malah disepelekan oleh pihak terkait.

“Beberapa pekan silam saya sudah mempertanyakan kepada Kasatpol PP prihal tindak lanjut penindakan terhadap aktivitas peternakan, waktu itu Pak Dudi selaku Kasatpol PP berjanji akan mempelajari dulu masalah tersebut, menurut kami ini sangat aneh karena sebelumnya Satpol PP sudah melakukan penyegelan dan segel itu sudah dilanggar oleh pengelola peternakan dengan tidak menghentikan aktivitas peternakan. Kalau sudah begini lalu warga harus berharap kepada siapa ?,” tegas Linggom.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Ketua RT 06/13 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Tribowo.

Dikatakan Tri, sebagai ketua lingkungan di perumahan itu dirinya setiap hari menerima keluhan warga. Bahkan, kata dia, banyak warga yang sudah emosi dengan keberadaan peternakan di dekat permukiman warga tersebut.

“Sebelumnya kami berharap pemerintah bisa bertindak tegas menghentikan aktivitas peternakan yang tidak mengantongi izin itu, tapi faktanya sampai sekarang Satpol PP selaku penegak Perda tidak juga melaksanakan tindakkan itu, hal ini jelas akan menyulut kemarahan warga yang setiap hari dijejali bau busuk kotoran hewan ternak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here