Maling Motor ‘Didor’

396

Komplotan pencurian sepeda motor yang kerap beraksi dan meresahkan warga berhasil dibekuk jajaran Polsek Cimanggis. Adalah RN (23) dan AN (20) ditangkap petugas kepolisian saat hendak melancarkan aksinya mencuri sepeda motor incaran. Bahkan keduanya sempat ingin melarikan diri sehingga petugas kepolisian melumpuhkannya dengan timah panas.

“Kami berhasil mengamankan RN di sekitar Jatijajar Tapos. Kronologisnya tanggal 5 Januari lalu, warga menangkap pelaku ranmor ini. Sebenarnya ada dua orang lagi tapi melarikan diri. Kemudian kami lakukan pengembangan, ada ranmor lagi di Cilodong yang tertangkap F. Kemudian dikembangkan lagi di Cibinong ditangkap lah AN,” ujar Kapolsek Cimanggis Kompol Agung kemarin.

Ia memaparkan untuk pelaku ranmor yang di Jatijajar, pelaku RN mencoba mengambil motor milik korban Dede  yakni sepeda motor Yamaha Vixion  nopol F 4333 LK yang terparkir di depan diteras rumah kontrakan korban.

“Pelaku mencoba ngambil motor yang terparkir di depan teras rumah kontrakan korban di Kampung Jatijajar 02/01. Disadari korban, motor yang sudah terkunci ternyata dibobol maling dengan cara menggunakan kunci letter t,” katanya.

Dirinya penjelaskan saat melakukan aksinya, maling motor tersebut tidak menggunakan kekerasan terhadap korban. “Hanya mencuri motor saja pakai kunci letter t. Kejadian sekitar pukul 4 pagi. Kedua tersangka kami lumpuhkan karena berusaha melarikan diri. Dan ada satu lagi tersangka berinisial DS dan kini statusnya DPO,” jelasnya.

Kapolsek mengungkapkan jika komplotan pencurian sepeda motor merupakan jaringan kelompok Lampung. “Biasanya hasil curian mereka jual dalam bentuk potongan, ada pengadahnya. Kami juga senantiasa meningkatkan keamanan dengan melibatkan warga, Pokdar dan Babinkamtibmas mengingat wilayah ini kerap terdapat aksi curanmor,” ungkap Kapolsek.

Atas perbuatannya para pelaku  terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Sementara itu salah satu tersangka AN (20) mengaku menyesal melakukan hal tersebut. “Saya dijanjiin duit, kalau berhasil nyolong terus dijual, saya mau dibagi,” ucapnya dengan lirih.

Ia mengaku tidak mengetahui besaran upah yang dijanjikan. “Saya nggak tahu, saya disuruh nunggu aja, nggak dikasih tahu jumlah duit yang dikasih berapa. Saya mau karena uangnya mau digunakan untuk bayar uang kontrakan. Saya tinggal sama ibu saya di kontrakan,” kata pria yang mengaku pernah kerja di restoran tersebut.

Dia mengatakan melakukan aksinya tersebut di kawasan Sukmajaya dan Jatijajar. “Saya diajak orang, namanya DS  ngambil motor yang terparkir di rumah kontrakan, nggak pernah begal. Saya nggak berani kalau mau nyiksa korban. Saya belum terima uangnya, motor nya dibawa kabur sama DS. Saya nyesel ternyata saya diboongin.magang2

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here