Nenek Sumarminah Diajak Berhubungan Badan

524

Nenek Sumarminah, korban penculikan dan pembunuhan beberapa waktu lalu ternyata sudah kenal dengan pelaku Soleh alias Joko (32) sejak tahun 2011.

Keduanya berkenalan sejak tahun 2011 saat bertemu di Kantor Lurah Ciapus, Ciomas, Bogor. Dari perkenalan dikantor lurah itu komunikasi sering dilakukan. Komunikasi mereka berjalan lancar karena memiliki hobi yang sama yaitu suka hal klenik.

Hal itu diungkapkan Wakil Polresta Depok AKBP Candra Kumara. Diungkapkan Wakapolres, sejak tahun 2008 Sumarminah sudah senang hal klenik. Dia kerap menjalankan ritual gaib dan ziarah makam keramat juga arca di kawasan Bogor. Ritual itu diyakini korban bisa mendatangkan rejeki lebih lancar. Namun ternyata nyawanya melayang di tangan rekannya sendiri usai keduanya berhubungan intim.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, perbuatan berhubungan intimnya baru satu kali dilakukan.  Katanya itu bisa melancarkan rejeki,” ujar Wakapolres.

Ia menambahkan jika selama berteman dengan pelaku, korban tidak menaruh curiga. Selama lebih kurang lima tahun berteman keduanya baik-baik saja. “Mereka sudah klop. Sering cari barang-barang kuno, nggak ada kecurigaan korban jika pelaku akan menghabisi nyawanya,” ungkapnya.

Dirinya memaparkan lokasi terakhir yang dikunjungi kedua untuk melakukan ritual adalah Gunung Kapur, Cibodas. Disana keduanya berziarah dan bertapa. Namun karena tak ada hasil mereka pun memutuskan kembali ke Bogor.

“Waktu diajak ke lokasi korban tidak curiga apapun,” katanya.

Setelah pulang dari Gunung Kapur, keduanya menginap di daerah Cinangneng, Bogor. Disana keduanya kemudian memutuskan berhubungan intim.

Setelah itu Joko kembali menagih hutang korban sebesar Rp 200 juta. Joko sempat mengirim pesan singkat pada anak korban yang isinya meminta uang Rp 10 juta. Namun karena tak mendapat balasan akhirnya Joko kesal dan gelap mata. Dia pun memukul kepala belakang korban dengan menggunakan kayu hingga tak bernyawa. Atas perbuatannya itu pelaku dijerat pasal 328, 333 dan 340 KUHP. “Ancaman terberatnya hukuman mati,” pungkasnya.

Sementara itu Joko mengaku menyesal melakukan perbuatannya tersebut. “Saya sudah pusing, gelap mata, pas ditagih hutang nggak direspon. Sebelum mutusin pukul ibu Sumarminah pake kayu, saya memang SMS ke anaknya minta duit Rp 10 juta buat nebus ibunya tapi nggak juga direspon.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here